Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
Eko (http://untad.ac.id/)
Dream - Ini kisah perjuangan mahasiswa Universitas Tadulako, Palu. Dia harus berjuang keras. Bukan hanya untuk memahami setiap mata kuliah. Namun juga memenuhi kebutuhan hidup.
Eko, demikian nama pemuda ini. Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Untad angkatan 2014 ini harus berjualan siomay untuk biaya hidup dan kuliah. Dia harus jatuh bangun, berganti-ganti usaha.
Dia masih ingat betul bagaimana harus menjual kambing peliharaannya untuk melunasi uang masuk kuliah. “ Salah satu cara saya waktu itu dengan menjual ternak Kambing yang pada waktu itu masih dipelihara dari saat sekolah,” tutur Eko.
Berjualan siomay bukan pekerjaan pertama. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) ini sebelumnya pernah berdagang batagor, tahu isi, hingga pisang molen. Namun gulung tikar.
Bahkan, pernah pula dia berutang. Namun bukan dibayar dengan uang, melainkan dengan tenaga. Itu semua karena keterbatasan ekonomi. “ Kehabisan uang saat itu terpaksa jual jasa dengan orang supaya dipinjamkan uang,” tutur Eko.
Dia memang tak mau bergantung pada orangtua, karena kondisi ekonomi mereka juga tergolong tak mampu. Selama ini, hanya biaya masuk kuliah saja yang ditanggung orangtua. “ Setelah itu, cari sendiri.”
Eko mengaku pernah mendapat kiriman uang dari orangtua. Dia sangat terharu. “ Saya pernah dapat kiriman dari orang tua, tapi seketika saya menangis saat membuka amplop itu.”
Kiriman itu sebesar Rp 57.000. Isinya uang pecahan. Dua lembar Rp 20 ribuan, lembaran Rp 5 ribu, Rp 2 ribu, dan pecahan Rp 1.000. “ Terus sisanya uang koin pecahan Rp 500 ada empat buah,” ucap Eko lirih.
Dan kini, di tengah kesibukan kuliah, dia harus banting tulang berjualan siomay. Demi masa depan. Demi harapan besarnya. Baca kisah selengkapnya di tautan berikut ini.
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi

