Perpustakaan Bisa Juga Bikin Sejahtera, Ini Buktinya

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Jumat, 28 September 2018 16:01
Perpustakaan Bisa Juga Bikin Sejahtera, Ini Buktinya
Perpustakaan tidak hanya diisi oleh buku saja, melainkan ada komputer dan akses internet serta pelatihan.

Dream - Ada yang beranggapan, membaca itu membosankan atau perpustakaan merupakan tempat yang kaku karena mewajibkan pengunjungnya harus diam untuk menjaga suasana tetap tenang.

Tapi, suasana tersebut dibuat berbeda oleh Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) membuat suasana perpustakaan lebih seru dan menyenangkan. Chief Executive CCFI, Titie Sadarini mengatakan, pihaknya sejak 2011 lalu sudah membuat program Perpustakaan Seru (PerpuSeru) yang bertujuan sebagai sarana penunjang pendidikan masyarakat di penjuru Tanah Air.

" Program ini sudah tujuh tahun. Kami senang dan bangga program PerpuSeru ini memiliki dampak yang nyata pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat," kata Titie di Jakarta, Jumat 28 September 2018.

Saat ini, sudah ada 104 Kabupaten dan lebih dari 1.000 perpustakaan yang tergabung dalam program PerpuSeru. Di dalam program tersebut, perpustakaan tidak hanya diisi oleh buku, melainkan tersedia komputer dan akses internet. 

Tak hanya itu, PerpuSeru juga menyediakan berbagai workshop yang jadwalnya disesuaikan dengan kondisi di wilayah tersebut, seperti kerajinan dan bertani.

Seperti pengalaman Anjar Priyanto. Pemuda asal Desa Kelor Kabupaten Gunung Kidul ini sebelum mengenal PerpuSeru ini hanya sebagai petani serabutan dan sering dicibir. 

" Awalnya kan dicibir 'masa pemuda jadi petani, bisa apa, nggak ada pengalaman'," kata Anjar.

Tapi, cibiran itu berbuah positif setelah Anjar masuk ke PerpuSeru yang ada di desanya. Kala itu, ia membaca buku mengenai bagaimana cara budidaya terong dan cabai merah.

" Awalnya pemuda yang jadi petani itu cuma satu dua orang saja," ujar dia.

Setelah belajar melalui buku dan internet. Anjar kini mampu menarik minat pemuda di dusunnya untuk menjadi petani dengan membentuk kelompok pemuda tani.

Kini, kelompok tersebut berjumlah 25 orang yang awalnya hanya 12 orang saja. Ketika awal terbentuk kelompok, Anjar mengaku tak tahu mau berbuat apa.

" Waktu itu kegiatan kita tuh sering di-upload sama Perpustakaan. Dan kemudian ada Dinas Pertanian Gunung Kidul datang dan memberikan pelatihan," kata dia.

Setelah itu, hasil panen kelompoknya meningkat tajam. Anjar menceritakan, dengan modal swadaya Rp7 juta, kelompoknya itu mampu meraup omset hingga Rp32 juta.

Saat ini, PerpuSeru juga tengah menggelar kegiatan pameran hasil kerajinan anggota dari seluruh Indonesia di Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan.(Sah)

1 dari 1 halaman

Perpustakaan di Mata Tasya Kamila: Heaven

Mantan artis cilik Tasya Kamila rupanya punya kegemaran berlama-lama di perpustakaan. Dia mengakui perpustakaan merupakan tempat yang nyaman untuk belajar.

" Perpustakaan adalah tempat favorit belajar dan berkumpul," kata Tasya.

Istri Randi Bachtiar ini menuturkan perpustakaan kini tak hanya menyediakan buku. Bagi pelajar dan mahasiswa yang butuh internet cepat untuk mencari bahan tugas, perpustakaanlah tempatnya.

 Tasya Kamila

" Biasanya WiFi-nya kenceng dan gratis. Kalau kita ke kafe kan harus beli makan dulu, kopi dulu. Udah gitu suasananya kadang nggak mendukung," ucap dia.

Kemudian, Tasya juga menyarankan apabila ada tugas kelompok lebih baik dikerjakan di perpustakaan, bukan di kafe atau rumah teman. Sebab, suasana di perpustakaan yang tenang mendukung proses pengerjaan tugas.

Berbeda jika dengan di kafe atau rumah teman. Suasana yang ada malah bisa menggoda untuk mengerjakan hal lain seperti makan atau nonton film lebih dulu.

" Perpustakaan bagi aku heaven kalau mau mencari informasi atau inspirasi. Apalagi di sana tempatnya produktif," ujar dia.

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone