Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Reyhaneh Jabbari (huffingtonpost.co.uk)
Dream - Seorang wanita Iran, Reyhaneh Jabbari, tak menyangka bahwa hidupnya harus berakhir di tiang gantungan. Oleh pengadilan Iran, Reyhaneh dijatuhi hukuman mati karena membunuh mantan anggota intelijen Iran Morteza Abdolali Sarbandi yang hendak memperkosanya pada 2007.
Dalam pesan suara yang direkam pada April lalu, yang dirilis kelompok oposisi Iran NCRI, wanita 26 tahun itu mengucapkan wasiat terakhir kepada ibunya, Sholeh Pakravan.
" Sholeh sayang, jangan menangis soal putusan pengadilan ini," kata Reyhaneh dengan suara lirih. " Dari lubuk hati terdalam, Ibu jangan bersedih. Aku tidak ingin menyusahkan Ibu. Relakanlah semua ini."
Dalam wasiat tersebut, Reyhaneh berpesan kepada Sholeh untuk mendonorkan semua organ tubuh dan segala yang bisa didonorkan kepada orang yang membutuhkan. Reyhaneh juga menceritakan bagaimana ia merasa diperlakukan tidak adil oleh pengadilan.
Dalam pembelaan di pengadilan, Reyhaneh mengatakan ada orang lain saat kejadian, dan menurutnya, dialah yang bertanggung jawab atas tewasnya Sarbandi. Namun kabarnya keterangan Reyhaneh tersebut tidak berpengaruh terhadap eksekusi dirinya.
" Pembunuh sebenarnya tak mungkin pernah ditemukan karena mereka kaya dan punya kekuasaan," pesan Reyhaneh dalam wasiatnya.
Eksekusi gantung terhadap Reyhaneh tetap dilaksanakan pada Sabtu, 25 Oktober kemarin meskipun menuai kecaman dunia internasional yang meminta Iran untuk melepasnya.
Reyhaneh mengakhiri wasiatnya dengan berkata, " Aku ingin memeluk Ibu hingga ajal menjemputku. Aku cinta Ibu." Sholeh hanya diberi waktu satu jam untuk melakukan pertemuan terakhir dengan puterinya sebelum menuju tiang gantungan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya