Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Melania Trump (Foto: Instagram/@flotus)
Dream - Pesawat yang ditumpangi ibu negara Amerika Serikat, Melania Trump, terpaksa kembali ke Pangkalan Gabungan Andrew, Rabu 17 Oktober 2018. Selain Melania, di dalam pesawat itu juga terdapat Sekretaris Kesehatan dan Layanan Manusia AS, Alex Azar.
Berdasarkan keterangan awak media yang ikut pesawat itu, sekitar 10 menit setelah terbang, terlihat asap tipis dan bau sesuatu yang terbakar. Awak media juga diminta menggunakan handuk basah untuk menutupi wajah mereka seandainya baunya semakin menyengat. Beruntung, pesawat Boeing C-32A mendarat dengan selamat.
Gedung Putih tidak segera memberikan penjelasan resmi tentang apa yang terjadi. Direktur Komunikasi Trump, Stephanie Grisham, kepada CNN mengatakan bahwa insiden itu merupakan " Masalah mekanis ringan. Semuanya baik-baik saja dan semua orang aman."
Dalam pernyataannya, Angkatan Udara Amerika Serikat mengatakan, asap di bagian depan pesawat berasal dari peralatan komunikasi yang dimatikan setelah kejadian. Pesawat kembali ke Pangkalan Gabungan Andrews sebagai tindakan pencegahan.
Rencananya, Trump menuju Rumah Sakit Universitas Thomas Jefferson di Philadelphia. Di sana, dia dijadwalkan akan berbicara mengenai sindrom neonatal abstinence syndrome.
Awalnya dia dijadwalkan akan kembali ke Washington pada Rabu sorenya. Melania tidak akan membatalkan perjalanan ini. Dia akan naik pesawat yang berbeda, kata Grisham.
Dream - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengalami nasib yang memalukan baru-baru ini. Hendak menaiki pesawat kepresidenan AS, Air Force One, di alas kaki Trump tampak menempel benda berwarna putih.
Benda itu mengikuti Trump sejak keluar dari mobil kepresidenan, The Beast, hingga menuju pintu pesawat. Dikutip dari News.com.au, benda putih tersebut diduga tisu toilet.
Meski belum 100 persen dipastikan tisu toilet, laman media Australia itu memiliki asumsi tersendiri.
" Ayolah. Kita semua ke kamar mandi. Kita tahu barang-barang seperti ini," tulis jurnalis Sam Clench, Jumat, 5 Oktober 2018.
Sebelum memasuki pesawat kertas itu terlepas. Orang terdekat Trump kemudian membersihkan tisu toilet tersebut.

Dengan nada bercanda Sam menulis," Lokasi benda itu kini tak diketahui, barangkali sedang diinterogasi FBI di sel gelap."
Sam mengajukan pertanyaan ke pembaca, seberapa lama benda putih itu menempel di kakinya. Sebab, The Beast tak dilengkapi kamar mandi.
" Sudah berapa lama benda itu melekat di kakinya? Bagaimana mungkin tidak ada asisten yang memperhatikan hal itu?" kata Sam.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya