Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Dream - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengaku menganut filosofi bambu dalam memimpin Jakarta. Dia memilih bambu, karena memberikan banyak manfaat melalui perjuangannya dalam bertumbuh.
Djarot mengatakan, bambu akan menjulang tinggi dan 'telanjang' lantaran tak punya penutup. Sementara tunas bambu atau rebung kerap 'berpakaian' atau memiliki lapisan penutup.
" Filosofi tinggi itu bambu, tinggi telanjang, tapi anaknya, rebung itu punya baju. Itu artinya kita berjuang keras meski tidak punya 'baju' tapi nanti anaknya punya 'baju'," kata Djarot.
Djarot mengaku tidak ingin hidup seperti pohon pisang. Ini lantaran pohon pisang indukan selalu menutupi 'anaknya' sehingga tidak bisa tumbuh sempurna.
" Jangan seperti pohon pisang, justru nutupin anaknya sehingga anaknya tidak bisa gemuk, makanya anak pohon pisang harus dipindah dari induknya karena ditutupi oleh induknya," kata Djarot.
Djarot mengatakan filosofi bambu telah dia terapkan bersama Basuki Tjahaja Purnama. Dia dan Ahok berusaha keras agar anak-anak mereka, yaitu warga Jakarta, dapat memperoleh kesejahteraan.
" Biarkan kami berjuang, yang sengsara, yang kerja keras, asal seluruh warga Jakarta menikmati keadilan sosial," kata Djarot.
" Filosofi (bambu) itu yang kita terapkan agar warga Jakarta hidup lebih manusiawi, yang sakit biar nggak bayar, yang sekolah nggak mampu biar nggak bayar, yang nggak punya rumah kita bangunkan rumah layak huni," terang Djarot melanjutkan.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia