Restoran di China Hapus Logo Halal

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 5 Agustus 2019 08:02
Restoran di China Hapus Logo Halal
Diganti dengan tanda yang lebih nasionalis.

Dream - Polisi China meminta restoran melepas atau menutupi logo halal di restoran dan kedai makanan. Tanda halal itu diminta untuk diganti dengan tanda yang lebih berkaitan dengan budaya China.

Dilaporkan The Sun, upaya penghapusan itu berhubungan dengan permintaan pemerintah Beijing, yang tak ingin adanya simbol Islam dan tulisan Arab.

Sebanyak 11 restoran dan toko di Beijing yang menjual produk halal diintruksikan menutupi tanda tersebut.

Seorang manajer restoran mie di Beijing diminta menutupi tanda halal yang terpajang di tokonya. Dia juga akan diawasi otoritas resmi.

" Mereka bilang ini budaya asing dan seharusnya aku menggunakan lebih banyak tanda budaya China," kata dia.

 

1 dari 5 halaman

Inikah Persatuan Nasional?

Beberapa toko mengganti tanda itu dengan kata halal dalam bahasa Mandarin, qing zhen. Seorang karyawan toko daging diminta menghapus budaya Islam yang terpasang di tokonya.

" Mereka selalu ngomong soal persatuan nasional, mereka selalu bicara China yang internasional. Inikah yang disebut persatuan nasional?" kata karyawan itu.

Kampanye menghadapi tulisan Arab dan citra Islam merupakan bentuk pengukungan kebebasan beragama di negara ini.

 

2 dari 5 halaman

Gereja Ditutup

China selalu mengklaim rumah 20 juta Muslim dan menjamin kebebasan beragama. Tapi, pemerintah selalu merepresi tindakan beragama warganya.

Selain umat Islam, beberapa gereja juga dihentikan aktivitasnya otoritas terkait. Komite Hubungan Etnis dan Agama Beijing enggan berkomentar mengenai kebijakan penghilangan tanda halal.

3 dari 5 halaman

China Bakal Punya Kota Islam Terbesar pada 2020

Dream - Pemerintah China terus menyelesaikan pembangunan Hui Culture Park. Pada 2020 nanti, situs ini digadang-gadang sebagai kota Islam terbesar di dunia yang ada di China.

Rais Syuriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Tiongkok, Imron Rosyadi Hamid, mengatakan pembangunan Hui Culture Park menghabiskan biaya US$3,5 miliar, setara Rp45 triliun. Proyek ini berada di atas lahan seluas 67 hektare di Yongning, Yinchuan, dan dirancang sebagai Jembatan Peradaban China dan Arab.

" Tidak mengherankan jika di tempat ini banyak ditemui transliterasi China ke tulisan Arab," kata Imron, dikutip dari NU Online.

Nama Hui diambil dari etnis di China yang memeluk Islam. Mereka tinggal di kawasan barat utara dan telah menjalankan akulturasi antara Islam dengan budaya China.

Menurut Imron, terdapat tokoh Hui yang aktif membangun komunikasi antara Muslim China dengan Indonesia di masa Presiden Soekarno. Dia adalah Dapusheng.

Nantinya, Hui Culture Park bakal memiliki sejumlah masjid dengan arsitektur mirip Taj Mahal maupun Timur Tengah. Kota Islam ini juga dilengkapi museum, taman-taman raksasa, fasilitas pameran serta restoran halal.

4 dari 5 halaman

Perbaikan Layanan Haji

Hui Culture Park merupakan satu dari sekian wujud perhatian pemerintah China terhadap pengembangan Islam. Selain itu, China juga memasukkan agenda perbaikan layanan haji dalam Rencana Aksi Pemerintah 2016-2020.

" Salah satu bagian dalam yang Rencana Aksi tersebut secara eksplisit menyebut perbaikan pelayanan haji. Improving organization and services for the Islamic Hajj atau Meningkatkan kemampuan organisasi dan layanan untuk ibadah haji umat Islam," kata Imron.

Dikenal sebagai negara komunis, rupanya China juga banyak mengirimkan jemaah haji setiap tahunnya. Pada 2016 saja, kata Imron, ada 14.500 Muslim China melaksanakan ibadah haji.

 

5 dari 5 halaman

Islam Jadi Agama Populer Generasi Muda China

Wakil Ketua PCINU Tiongkok, Waki Ats Tsaqofi, mengatakan Islam merupakan agama dengan jumlah pemeluk usia di bawah 30 tahun terbanyak di China. Hal itu berdasarkan hasil survei National Survey Research Center (NSRC) of the School of Philosophy, Renman University tahun 2015.

Survei tersebut melibatkan responden dari 4.382 situs keagamaan meliputi masjid, kuil, gereja, dan lainnya. Situs tersebut tersebar di 31 wilayah di China.

" Islam sebagai agama rahmatan lil 'alamin, mampu diterima oleh kalangan muda yang notabene merupakan kalangan yang lebih kritis dan lebih memilih segala sesuatu sesuai dengan keinginan hati," kata Waki.(Sah)

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie