Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Baznas Saat Berkunjung Ke Kantor PPZ Malaysia (pusat.baznas.go.id)
Dream - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) hari ini, Selasa, 28 Agustus 2018, menerima kunjungan dari Pusat Pungutan Zakat (PPZ) Malaysia. Kunjungan ini dimanfaatkan untuk saling bertukar informasi dan wawasan mengenai praktik pemungutan dana zakat di Indonesia maupun Malaysia.
Chief Executive Officer PPZ, Ahmad Shukri Yusoff, mengatakan pihaknya tertarik dengan pemanfaatan information, communication and technology (ICT) atau digitalisasi dalam penghimpunan zakat oleh Baznas. Contohnya seperti penggunaan financial technology, chat robot (chat bot), zakat dengan QR code serta zakat virtual assistant.
Selain itu, kata dia, PPZ juga ingin mempelajari produk-produk komunikasi baru di Baznas, seperti pemanfaatan kanal video dalam Baznas TV.
" PPZ selama ini hanya berperan dalam penghimpunan zakat, saat ini tengah mengajukan izin untuk mengelola penyaluran zakat," ujar Yusoff dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa 28 Agustus 2018.
Yusoff mengatakan ingin mempelajari pola penyaluran dana zakat yang telah dijalankan oleh Baznas. Dia juga berharap pola tersebut dapat dipraktikkan di negaranya.
Ketua Baznas ,Bambang Sudibyo, menuturkan sejak 2016, Baznas mengembangkan platform digital melalui www.baznas.go.id dan aplikasi muzaki corner.
Menurut dia, pengembangan inovasi teknologi bertujuan untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat masa kini. Karakter masyarakat kekinian salah satunya adalah menyukai kemudahan termasuk dalam menunaikan zakat, infak dan sedekah.
" Baznas ingin menjadi badan zakat paling progresif dalam pengembangan layanan digitalnya," kata Bambang.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya