Anggota Beragama Dilarang Jadi Kader Partai Ini

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 28 Agustus 2018 11:02
Anggota Beragama Dilarang Jadi Kader Partai Ini
Presiden Xi Jinping menegaskan tidak memberi ruang bagi anggota yang menganut ajaran agama untuk berkiprah di partai.

Dream - Partai penguasa Cina, Partai Komunis Cina, mengeluarkan seperangkat aturan baru terkait keanggotaan. Aturan tersebut jauh lebih ketat dibandingkan sebelumnya.

Dalam aturan yang ditandatangani Presiden Xi Jinping mengancam menjatuhkan hukuman berat bagi anggota partai apabila kedapatan melakukan korupsi. Selain itu, para anggota yang religius diminta untuk keluar dari partai, dikutip dari Asia One.

Xi memang terkenal karena kebijakannya yang tegas dalam memberantas korupsi sejak enam tahun lalu. Xi memperingatkan keberlanjutan partai dipertaruhkan akibat isu korupsi.

Aturan baru tersebut dirilis pada Minggu, 26 Agustus 2018 oleh Komisi Pusat untuk Inspeksi Disiplin, semacam badan anti-korupsi dalam tubuh Partai Komunis Cina. Meski begitu, aturan tersebut ditetapkan berlaku sejak 18 Agustus 2018.

 

1 dari 2 halaman

Ancaman Serius Bagi Koruptor

Dream - Sejak Xi menjabat, hukuman ditegakkan bagi para pelaku korupsi. Dalam banyak kasus, hukuman terberat adalah dikeluarkan dari partai.

Selain itu, para anggota partai dilarang menentang kebijakan partai. Mereka juga dilarang menyebarkan gosip politik yang dianggap bisa mengancam persatuan.

" Anggota partai dan pejabat harus menggunakan kekuatan yang diberikan oleh rakyat secara bersih dan lurus, serta menentang penyalahgunaan kekuasaan atau perilaku mencari keuntungan pribadi," demikian bunyi aturan tersebut.

 

2 dari 2 halaman

Pertegas Paham Ateis

Dream - Terdapat klausul baru dalam aturan ini. Klausul tersebut merekomendasikan anggota maupun pejabat untuk keluar dari partai apabila menjunjung tinggi ajaran agama.

Partai Penguasa Cina Persilakan Anggota Religius Keluar© MEN

Konstitusi Cina sebenarnya memberikan kebebasan kepada setiap orang untuk berkeyakinan dan menjalankan ajaran agamanya masing-masing. Tetapi, Partai Komunis Cina berhaluan ateis sehingga sudah seharusnya setiap anggota memiliki pandangan yang sama.

" Anggota partai yang memegang keyakinan agama harus menempuh pendidikan untuk ideologi. Jika mereka tetap tidak berubah, maka harus didorong keluar partai," demikian aturan baru tersebut.

Tak hanya itu, para anggota partai yang memanfaatkan agama untuk hasutan akan dipecat.

Beri Komentar