Akhir Cerita Rumah 'Kebal' Gusur di Kampung Pulo

Reporter : Dwi Ratih
Minggu, 23 Agustus 2015 14:51
Akhir Cerita Rumah 'Kebal' Gusur di Kampung Pulo
Lewat pengahancuran manual dan tanpa bantuan alat-alat berat, rumah yang telah berdiri lebih dari 70 tahun itu telah rata dengan tanah.

Dream - Relokasi warga di bantaran Kali Ciliwung, Kampung Pulo menyisakan cerita yang menarik. Setelah ramai diberitakan tentang sebuah rumah yang dikabarkan tidak bisa dirobohkan. Tapi ternyata rumah milik Hajah Nani itu berhasil dibongkar pada Minggu pagi, 23 Agustus 2015.

Proses perobohan rumah yang terletak di kecamatan Kampung Melayu, Jatinegara ini memang sedikit mengalami kendala pada awalnya. Sehingga menimbulkan rumor memiliki kekuatan 'gaib'.

Kepala Satuan Pamong Praja (Kasatpol PP) Kukuh Hadi Santoso mengklarifikasi kejadian yang sesungguhnya. Hadi menjelaskan, rumah yang terletak tujuh meter dari tepian Ciliwung itu berbatasan dengan rumah-rumah yang tidak digusur.

Sehingga penghacuran rumah Hajah Nani membutuhkan teknik khusus agar rumah di sampingnya tidak ikut roboh. Jika dipaksakan menggunakan alat berat akan berakibat fatal untuk rumah-rumah yang berada di sebelahnya.

Begitu pula saat akan dirobohkan, tidak bisa dievakusi secara langsung karena harus memikirkan keselamatan rumah yang terletak di sampingnya. Bahkan tiang-tiang penyangga harus dipasang terlebih dahulu agar tidak menghancurkan rumah lainnya.

Melalui pendekatan yang terus dilakukan pihak terkait pada masyarakat Kampung Pulo. Akhirnya rumah itu dapat dihancurkan dengan bantuan warga sekitar. Satpol PP yang bertugas mengaku sangat hati-hati dalam membongkar rumah warisan keluarga Hajah Nani yang sudah turun temurun tiga generasi itu.

Lewat pengahancuran manual dan tanpa bantuan alat-alat berat, rumah yang telah berdiri lebih dari 70 tahun itu telah rata dengan tanah. Sempat disangga dengan bebrapa tiang kini rumah itu hanya tinggal menyisakan kenangan pada puing-puing tembok berwarna hijau yang tengah dibersihkan warga.

Beri Komentar