Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Puti Guntur Soekarno Mengunjungi Pasar (Foto: Instagram)
Dream - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno ingin desa-desa di Jawa Timur memiliki pelayanan publik berbasis teknologi informasi (TI). Keinginan itu Puti sampaikan seusai melihat program Smart Kampung di Kabupaten Banyuwangi.
"Problem di desa ini salah satu yang terberat adalah pelayanan publik. Ada ketidakadilan. Orang desa harus ke pusat kota untuk mengurus sesuatu, berapa biaya terbuang? Maka saya tertarik konsep Smart Kampung di Banyuwangi ini," ujar Puti dikutip Dream dari Merdeka.com, Sabtu, 3 Februari 2018.
Mendengar penjelasan Smart Kampung yang dirintis Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas itu, Puti serius menanggapi dan menanyakan beberapa hal. Semisal, pembarahuan jumlah penduduk desa.
"Apa bisa langsung diketahui, misal warga tertua di sini dan bagaimana kondisinya?" tanya Puti.
Ketika petugas TI Desa Kampung Anyar mengetik di keyboard, muncul data warga tertua di desa itu dengan umur 109 tahun.
"Hebat, sangat ringkas," respons Puti.
Berkaca dari program Smart Kampung itu, Puti mengaku sudah menyiapkan program dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang akan mendorong kapasitas dan pemerataan pelayanan publik ke desa-desa.
"Saya dan Gus Ipul siapkan program pembangunan kawasan perdesaan strategis, ada kluster desa terintegrasi. Kami juga fokus menuntaskan desa-desa tertinggal sesuai amanat Nawacita Presiden Jokowi," kata dosen tamu Asia Jepang Research Center, Kokushikan University Jepang, itu.
Puti secara khusus mengapresiasi inovasi desa di Banyuwangi yang mampu mendongkrak Indeks Desa Membangun (IDM) menjadi salah satu yang tertinggi di Jatim. Jumlah desa kategori 'maju' di Banyuwangi meningkat dari 69 desa menjadi 134 desa, sedangkan desa kategori 'tertinggal' kini tinggal satu desa dari sebelumnya 40 desa.
"Apa yang dilakukan Banyuwangi patut diapresiasi, dan sangat mungkin diperluas di Jatim," kata Puti.
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Kenapa Ada Orang Suka Sayur Pahit, tetapi Ada yang Tak Tahan Bau Ketumbar? Ini Penjelasan Sains

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti