Ratusan Orang Bertopeng di Swedia Serang Imigran

Reporter : Kusmiyati
Minggu, 31 Januari 2016 16:25
Ratusan Orang Bertopeng di Swedia Serang Imigran
Pusat kota Stockholm, Swedia digegerkan dengan sedikitnya 100 orang bertopeng dan berpakaian hitam yang menyerang orang-orang dengan latar belakang imigran.

Dream - Pusat kota Stockholm, Swedia digegerkan dengan sedikitnya 100 orang bertopeng dan berpakaian hitam yang menyerang orang-orang dengan latar belakang imigran.

Menurut surat kabar Aftonbladet, orang-orang yang mengenakan pakaian hitam dan bertopeng itu membagikan selebaran dengan slogan " Sudah cukup sekarang!"

Materi ancaman itu ditujukan kepada " anak-anak Afrika Utara yang berkeliaran di jalanan" dan " mereka layak mendapatkan hukuman."

Beredar pula video yang memperlihatkan adanya bentrokan antara kelompok geng dan aparat polisi di stasiun kota Stockholm.

Dalam pernyataan resminya, kepolisian Stockholm mengatakan kelompok geng itu membagi-bagikan selebaran dengan tujuan menghasut orang-orang untuk melakukan kejahatan.

Kepolisian Swedia mengatakan kelompok tersebut membagikan selebaran yang berisi hasutan untuk menyerang para pengungsi.

Dikutip BBC World, Minggu 31 Januari 2016 sejumlah saksi mata mengatakan kelompok tersebut melakukan serangan fisik terhadap orang-orang yang diyakini sebagai orang asing. Namun, polisi belum mengkonfirmasi terkait hal itu.

Diketahui sedikitnya 163.000 migran mengajukan permohonan suaka ke Swedia pada 2015, jumlah tertinggi jika dibanding negara-negara Eropa lainnya.

Seorang pria ditangkap setelah memukul wajah seorang anggota polisi. Beberapa orang lainnya ditahan karena tuduhan pelanggaran ketertiban umum.

Juru bicara kepolisian Swedia, Towe Haegg mengatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan aksi kekerasan terhadap orang-orang yang berlatar belakang imigran.

Namun, surat kabar Aftonbladet mewawancarai seorang remaja berusia 16 tahun yang mengaku wajahnya dipukul di dekat stasiun kereta kota Stockholm.

Pada Kamis lalu (28 Januari 2016) , Menteri Dalam Negeri Swedia, Anders Ygeman mengatakan negara itu akan mendeportasi hingga 80.000 migran yang permintaan suakanya ditolak.

 

Beri Komentar