Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Seorang Dokter Sedang Bertugas Di Rumah Sakit Di Wuhan. (Foto: WOB)
Dream - Seorang dokter dan tenaga medis lain sepeeri perawat menjadi orang di garis terdepan dalam memerangi penyebaran virus corona. Beberapa dokter diketahui menjalankan pengabdiannya di sebuah rumah sakit di Wuhan, China.
Risiko terpapar virus corona bahkan meninggal dunia selalu menghantui mereka. Seperti terjadi pada seorang dokter yang menghembuskan napas terakhirnya pada Sabtu pagi, 25 Januari 2020.
Dokter bernama Liang Wudong meninggal dunia setelah ia terinfeksi virus corona dari puluhan pasien yang sudah dirawatnya.
Pria 62 tahun itu sebenarnya sudah pensiun dari tugasnya sebagai kepala poli THT di Rumah Sakit Hubei Xinhua pada Maret 2019.
Namun munculnya wabah virus corona pada awal tahun 2020 ini membuat Wudong merasa terpanggil untuk bertugas kembali.
Dokter Wudong pun ditugaskan merawat pasien terjangkit virus corona di Rumah Sakit Umum Hubei bagian Pengobatan China dan Barat.
Sayangnya, Wudong terinfeksi virus corona dari puluhan pasien yang dirawatnya. Dia merasakan gejala flu dan dada sesak pada minggu lalu.
Dokter Wudong langsung dikarantina sebelum dipindahkan ke Rumah Sakit Jinyintan di Kota Wuhan untuk menjalani perawatan.
Namun sayang, nyawa dokter Wudong tak tertolong setelah menjalani perawatan. Menurut laporan, pensiunan dokter itu memiliki riwayat penyakit jantung koroner.
Kematian dokter Wudong mengundang simpati netizen yang menjulukinya sebagai pahlawan. Seperti cuitan People's Daily di Twitter yang menggambarkan dokter Wudong selalu berada di garis depan melawan virus corona.
Sumber: World of Buzz
Dream - Rumah sakit di China sekarang mengalami kepadatan luar biasa. Jumlah warga yang terinfeksi virus corona terus bertambah. Sebaliknya, rumah sakit yang ada memiliki kapasitas terbatas.
Akibatnya, dokter dan perawat tidak dapat beristirahat karena mereka menghabiskan setiap waktu untuk merawat pasien.
Sebagian bahkan harus memakai pampers karena sudah tidak sempat lagi untuk buang air kecil di toilet.
Jadi, ketika menemukan waktu untuk beristirahat, mereka mengambilnya dengan cara apa pun yang bisa mereka lakukan.
Dilansir Oriental Daily, beberapa netizen membagikan foto-foto para petugas medis beristirahat di sebuah rumah sakit di China.
Mereka beristirahat di tengah kesibukan merawat pasien virus corona yang terus bertambah setiap harinya.
Di foto-foto tersebut, mereka tidur di lantai dan kursi dengan waktu istirahat yang terbatas. Ada juga yang beristirahat di tempat tidur pasien.
Para profesional ini telah mengorbankan waktu dan tenaga serta keselamatan mereka demi memberikan perawatan yang terbaik.
Netizen pun memberikan apresiasi terhadap dokter dan perawat ini yang tak kenal lelah merawat pasien terjangkit virus corona.
" Terima kasih pekerja medis yang ada di garda depan. Mereka bekerja keras. Terima kasih banyak," tulis seorang netizen.
" Mereka berjuang keras untuk kita! Mereka melawan virus, salut!" tulis netizen lainnya.
Sementara netizen lain mengingatkan bahwa warga China tidak boleh manja dengan kehidupan mereka di saat genting seperti ini.
Seperti diketahui, pemerintah China telah mengisolasi kota Wuhan dan beberapa kota lain yang terpapar virus corona.
Hal ini tentu akan membuat warga di kota-kota tersebut mengalami kebosanan akibat tidak bisa bepergian secara sembarangan.
" Mereka yang mengeluh bosan harus tinggal di rumah, lihatlah para dokter ini. Mereka tidak bisa pulang. Mereka bahkan tidak bisa tidur enak di tempat tidur yang nyaman. Sementara kita tinggal di rumah dengan nyaman. Hargai mereka," tulis netizen tersebut.
Beberapa juga menunjukkan bahwa dokter-dokter ini telah menjalani kehidupan yang sulit. Karena itu netizen harus memperlakukan para profesional medis ini dengan rasa hormat yang layak mereka dapatkan bahkan setelah epidemi berlalu.
Sumber: World of Buzz
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya