6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Masyarakat Diimbau Waspada Dengan Penyebaran Hepatitis Akut Misterius, Yuk Ingat Lagi Pesan Ibnu Sina Soal Cara Mencegah Terpapar Wabah Penyakit (Foto Ilustrasi: Shutterstock)
Dream - Ujian berupa penyakit yang menyerang Indonesia sepertinya belum akan berakhir dalam waktu dekat. Setelah mampu mengendalikan wabah Covid-19, kini masyarakat kembali diimbau mewaspadai penyebaran hepatitis akut misterius yang menyerang anak-anak.
Wabah penyakit bukan hal yang baru bagi umat Islam. Di zaman Rasululllah bahkan pernah ada yang disebut penyakit tha'un. Syarah Riyadhush Shalihin Jilid V menjelaskan penyakit tha'un adalah penyakit menular yang mengakibatkan pembengkakan, borok, dan nanah.
Di masa kejayaan Islam, para ilmuwan Islam juga sudah mengajarkan tentang strategi untuk mewaspadai wabah. Salah satunya lahir dari pemikiran ilmuwan ternama Ibnu Sina.
Mengutip laman islam.nu.or.id, Al-Hafiz Adz-Dzahabi mengutip pendapat Ibnu Sina dalam kitabnya, Thibbun Nabawi sebagai berikut:
" Wabah bisa surut dan mengalir. Ibnu Sina mengatakan, barang siapa ingin berhati-hati pada wabah, maka hendaknya dia membersihkan keringat dari tubuhnya. Dia sebaiknya berpuasa. Dia hendaknya tidak pergi ke tempat pemandian umum untuk mandi air panas. Dia perlu istirahat dan diam menahan diri dari kondisi campur baur ketika tidak mungkin menghindar dari wabah kecuali dengan pergerakan, padahal pergerakan (mobilitas) itu dapat membahayakan. Makna-makna medis yang keluar dari khabar nabawi telah mengungguli lainnya. (Al-Hafiz Adz-Dzahabi, Thibbun Nabawi, Beirut, Dar Ihyaul Ulum, 1990: 269).
Anjuran Ibnu Sina tersebut diterjemahkan sebagai prinsip kehati-hatian terhadap kondisi wabah yang belum berakhir.
Sebagai ulama sekaligus pakar kedokteran, Ibnu Sina sejak lama telah menyampaikan beberapa prinsip yang dapat diterapkan umat Islam berdasarkan kaidah-kaidah medis yang terpancar dari sabda nabi.
1. Mengeluarkan zat-zat basah berupa kotoran dari tubuh semacam keringat dan cairan tubuh lainnya serta berupaya membersihkannya. Orang yang banyak makan dan minum akan banyak mengeluarkan cairan seperti keringat dan kotoran.
2. Anjuran untuk menghindari tempat-tempat pemandian umum yang menggunakan air panas untuk mandi. Mandi dengan air panas akan membakar banyak kalori atau energi yang semestinya dihemat ketika kondisi pandemi agar tubuh tetap bisa bertenaga.
3. Memperbanyak istirahat, berdiam di rumah, menghindari kerumunan dan menghindari bepergian yang tidak mendesak. Beberapa hal ini telah sesuai dengan anjuran pemerintah dan badan kesehatan dunia (WHO).
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
