Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sidang Pleno Muktamar NU Memanas (Antara/ Zabur Karuru)
Dream - Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, berjalan alot. Suasana bahkan sempat memanas. Sidang pleno untuk membahas tata-tertib muktamar juga diskors untuk menenangkan situasi.
Sidang itu dimulai pada Minggu pagi 2 Agustus 2015. Dan hingga tengah malam, baru menyelesaikan 18 dari 23 pasal yang dibahas. Sidang itu dihentikan saat pembahasan Pasal 19, terkait sistim Ahlul Halli wal Aqdi untuk pemilihan Rais Aam PBNU. Pasal tersebut berbunyi: " Pemilihan Rais Aam dilakukan secara musyawarah mufakat melalui sistem Ahlul Halli wal Aqdi."
" Ini pasal yang kita tunggu-tunggu,” kata Ketua Sidang Pleno, Slamet Effendy Yusuf, saat memulai pembahasan pasal 19, sebagaimana dikutip Dream dari laman nu.or.id, Senin 3 Agustus 2015.
Begitu pasal itu dibacakan, ratusan interupsi datang dari para peserta muktamar atau muktamirin. Mereka berebut untuk menyampaikan interupsi. Sehingga akhirnya pimpinan sidang memutuskan mendata para muktamirin yang ingin menyampaikan aspirasi.
Terdaftarlah 131 peserta yang akan menyampaikan pendapat. Dan setelah itu satu persatu dari mereka menyampaikan pandangannya. Namun, belum genap 10 muktamirin memberikan pandangan, siatuasi kembali memanas. Sehingga sidang diskors beberapa kali.
Sidang pleno muktamar ini memang berjalan panas. Namun bukan berarti tanpa " pereda" . Saat terjadi ketegangan, saat sejumlah muktamirin menyampaikan interups dengan nada tinggi, saat itulah terdengar alunan Salawat Badar. Lambat laun, dari beberapa orang, salawat itu diikuti oleh semua hadirin. Situasi kembali tenang.
Terakhir, sidang diskors tengah malam tanpa ada pemberitahuan kapan akan dilanjutkan lagi. Sidang baru akan dimulai pukul 13.00 siang ini.
Menanggapi kondisi ini, Rais Syuriyah PCNU Pringsewu, KH Ridwan Syueb, mengajak kepada muktamirin yang akan menyampaikan pendapat untuk mengedepankan akhlak mulia yang diwujudkan dengan perkataan yang lembut.
" Berkatalah dengan santun, lembut dan jangan bernada tinggi dalam menyampaikan pendapat. Sebenarnya apa yang disampaikan memiliki muatan yang bagus, namun cara penyampaiannya yang perlu diperbaiki," kata Ridwan.
Sementara, Pengurus NU Jawa Timur dan sejumlah muktamirin meminta meminta pimpinan sidang menghadirkan Rais Aam PBNU KH A Mustofa Bisri, mengingat tajamnya perbedaan pendapat dan dikhawatirkan suasana kian menjadi tak kondusif.
" Saya sepakat dengan Jatim, karena mencoba memberikan pandangan yang netral," tutur Ustadz Fairuz Zabadi, Ketua PCNU Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, setelah sidang diskors Minggu malam. Baca Juga: Suara Azan Dari Mesjid Yang Ditutup Bekam Tanduk Sapi di Muktamar NU Ramai Dikunjungi Muktamirin Terbongkar! Praktik Prostitusi Dalam Mobil di Taman Sari Presiden Sukarno: Meski Merayap, Saya Datangi Muktamar NU Muktamar NU Hadirkan Islam Zaman Majapahit Ini 3 Tempat Wisata Penuh Misteri di Jepang Melihat `Kampung Manusia Kepiting` di Bone Bidadari Langit Sering Mandi di Air Terjun Ini
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya