6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Presiden Sukarno (www.muktamarnu.com/ Dok.penasoekarno)
Dream - Mantan Presiden RI, Sukarno pernah menyampaikan rasa cintanya kepada Nahdlatul Ulama (NU). Pernyataan itu disampaikan dalam pidato sambutan pelaksanaan Muktamar NU ke-23 di Solo, Jawa Tengah, pada 28 Desember 1962.
" Saya sangat cinta sekali kepada NU. Saya sangat gelisah jika ada orang yang mengatakan bahwa dia tidak cinta kepada NU. Meski harus merayap, saya akan tetap datang ke mukamar ini, agar orang idak meragukan kecintaan saya kepada NU!" kata Sukarno.
Pidato ini menggambarkan kedekatan antara Sukarno dengan NU. Padahal, pada tahun-tahun itu, tensi politik tanah air tengah tinggi. Bahkan, kala itu tengah terjadi gerakan Darul Islam-Tentara Islam Indonesia (DI-TII) dan Permesta, yang ingin memisahkan diri dengan NKRI.
Tak hanya mengucapkan rasa cinta. Sukarno kala itu juga menyampaikan pujian untuk organisasi yang didirikan oleh KH Hasyi Asyari ini. Dia menyebut NU telah memberikan sumbangan yang besar kepada Indonesia.
Presiden pertama Indonesia mengaku telah diberi masukan oleh Rais ‘Aam NU kala itu, KH Wahab Hasbullah, untuk menangani masalah Irian Barat. Berkat saran itu, lahirlah istilah yang dikenal dengan " Diplomasi Cancut Tali Wondo" , yakni upaya untuk menggalang kekuatan lahir dan batin di segala bidang. Dari saran itu pula kemudian lahir Trikora.
" Baik ditinjau dari sudut agama, nasionalisme, maupun sosialisme. NU memberi bantuan yang sebesar-besarnya. Malahan, ya memang benar, ini lho pak Wahab ini bilang sama saya waktu di DPA dibicarakan berunding apa tidak dengan Belanda mengenai Irian Barat, beliau mengatakan: jangan politik keling. Atas advis anggota DPA yang bernama Kiai Wahab Hasbullah itu, maka kita menjalankan Trikora dan berhasil saudara-saudara," lanjut Soekarno.
Kali ini, NU menggelar Muktamar ke-33 di Jombang Jawa Timur, mulai 1 hingga 5 Agustus. Dalam Muktamar kali ini, NU mengangkat tema " Islam Nusantara" . (Sumber: nu.or.id)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
