Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Menteri Susi Pudjiastuti Menjawab Kritikan Sandiaga Uno
Dream - Warganet dihebohkan cuitan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang menjawab komentar Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno, mengenai mahalnya garam. Di akun Twitter Kompas.com, Susi menjawab berita yang berjudul 'Sandiaga: Indonesia Lautnya Luas tapi Impor Garam, Salahnya di Mana?'.
Akun Endah Se @endahse05, mencoba menghubungkan pernyataan Sandiaga itu kepada Susi Pudjiastuti. "Pak @sandiuno tny langsung ke ibu @susipudjiastuti ya pak. Beliau tentu akan senang membantu untuk menambah pengetahuan bapak."
Akun resmi Menteri Susi, @susipudjiastuti menjawab lugas pernyataan Sandiaga Uno.
"Saya cuma tahu 2,5 tahun ini jadi menteri KP (kelautan dan perikanan) garam petani (harganya) di bawah 400 perak; karena setiap panen datang garam impor yang murah dan banyak," jawab Susi.
Tak berhenti pada jawaban itu. Susi turut menulis pertanyaan bagi Sandiaga.
"Pak Sandi harusnya tanya kawan-kawannya pengusaha atau importir garam yang sudah puluhan tahun berdagang garam. Kenapa bisa begitu?" tulis Susi.
Pak Sandi harusnya tanya kawan2nya pengusaha /importir garam yg sudah puluhan tahun berdagang garam. Kenapa bisa begitu ?
— Susi Pudjiastuti (@susipudjiastuti)August 2, 2017
Pertanyaan Susi kepada Sandiaga ini dicuitkan ulang sebanyak lebih dari seribu kali pengguna Twitter.
Selang beberapa jam kemudian, Susi menuliskan beberapa cuitan berisi penjelasan mengenai impor garam.

"Kebijakan impor garam untuk industri/konsumsi itu ada di Deperindag. UU no 7 tahun 2016, KKP rekomendasikan impor hanya garam konsumsi," tulis dia.
"UU No 7 tahun 2016 untuk Perlindungan Petani Garam. Maksudnya agar harga garam petani tidak jatuh. Sehingga, pemberdayaan yang dilakukan KKP."
Bantuan geomembran, pergudangan, juga KKP menugaskan PT Garam sebagai penyangga garam petani bisa terjadi. Sehingga kalau harus impor garam
— Susi Pudjiastuti (@susipudjiastuti)August 2, 2017
"Kalau harus impor garam konsumsi itupun KKP yang harus memberikan rekomendasi ke PT Garam. Mudah-mudahan ke depan jadi lebih baik harganya petani untung," tulis dia menambahkan. (ism)
Baca Juga: Hewan Ajaib, Dimutilasi Tak Mati, Tanpa Mata Bisa Melihat Sujud Syukur Duo Liverpool Bungkam Raksasa Eropa Kisah Cinta Gadis Cantik Dinikai dengan Mahar Rp 500 Ribu 8 Fakta Tubuh, Mesin Ciptaan Allah yang Tak Bisa Dilampaui `Ditembak` Kasir Indomaret Cantik, Cowok Ini Jadi Trending
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS