Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Facebook)
Dream - Kisah pertemuan netizen dengan pedagang kerupuk ini bisa menjadi cerminan dalam memandang rezeki. Bisa pula menjadi teguran agar tidak melulu memikirkan persoalan dunia.
Kisah tersebut dibagikan oleh pemilik akun Facebook Mohd Fadli Salleh. Dalam unggahannya, netizen asal Malaysia, yang juga seorang guru, ini berkisah mengenai pertemuannya dengan seorang wanita pedagang kerupuk asal Thailand.
" Bagaimana jualannya hari ini, Kak?" tanya Fadli kepada pedagang itu, dikutip dari Siakapkeli.
" Hari ini sepi, Pak Guru. Semalam Alhamdulillah," jawab pedagang itu.
" Oh, biasa itu kak. Kebiasaan berdagang. Kadang turun kadang naik," kata Fadli menimpali.
" Kebiasaan berdagang itu nomor dua, Pak Guru. Nomor satu itu ketentuan Allah Ta'ala. Dia sudah tetapkan rezeki saya sebanyak ini saja hari ini. Tak apa lah. Kita sudah berusaha. Selebihnya tergantung ridha (Allah)," ucap pedagang itu.
Pedagang itu mengemasi dagangannya sembari menunggu bus pulang. Selesai berkemas, pedagang itu memberikan krupuk kepada Fadli.
" Nah, Pak Guru. Ini, ambil. Sedekah saya," kata wanita itu.
" Eh, tidak usah, Kak. Dagangan Kakak sepi. Lagi pula ini kan barang dagangan bos Kakak. Nanti Kakak harus ganti lho," kata Fadli.
" Ambil saja, Pak Guru. Rezeki itu pasti ada. Mau cari dunia sampai mati tak ada habisnya. Mengejar uang tidak ada akhirnya. Semakin dicari semakin menggila," kata dia.
Fadli termenung mendengar ucapan pedagang kerupuk tersebut. Dia ingat, banyak orang memasang kutipan dari penguasa terkenal sebagai penyemangat.
" Tapi kadang-kadang perkataan pedagang kecil seperti kakak ini layak dikutip," terang dia.
Sumber: Siakapkeli.my
Dream - Nor Diana, gadis 19 tahun asal Malaysia ini punya paras ayu. Penampilannya sangat anggun dalam balutan hijab dan gamis.
Siapa sangka, di balik penampilan itu, gadis ini ternyata menggeluti profesi yang tidak pernah dibayangkan banyak orang. Dia adalah atlet gulat profesional.
Bahkan, bisa dikatakan Nor Diana adalah hijaber pertama yang menekuni olahraga identik dengan adu fisik ini. Dia mulai jadi sejak tiga tahun lalu dan menyandang nama khusus Phoenix.

Dikutip dari World of Buzz, Phoenix tertarik untuk menjadi pegulat ketika dia bermain video game gulat bersama adiknya. Saat itu, dia masih berusia 14 tahun.
Dia jadi terobsesi dengan olahraga ini sejak pertama kali menonton pertunjukan gulat profesional di televisi. Gadis berperawakan manis bahkan pertama kali melihat pertandingan WWE secara langsung pada 2015.
Akhirnya, dia memutuskan bergabung dengan MYPW, klub gulat Malaysia, dan berlatih bersama mereka. Phoenix disambut baik di MYPW, tapi tidak mendapatkan perlakuan khusus hanya karena dia wanita atua karena memakai hijab.
Seperti atlet gulat lainnya, dia juga mendapatkan otonomi dalam setiap latihan. Sehingga, dia harus mencoba gerakan baru yang diinginkan dan di saat bersamaan menolak gerakan yang membuatnya tak nyaman.
" Saya satu dari dua pegulat wanita di MYPW, dan berlatih dengan para pria," kata Phoenix.
Perjalanannya meniti karir di ring gulat tidak pernah dibayangkan. Sebagaimana dia diminta untuk meninggalkan profesi pegulat ketika baru berlatih selama dua bulan.

Pelatihnya, Ayez Shaukal Fonseka, sempat khawatir dengan personanya di ring yang tidak berkembang. Akhirnya, sang pelatih memintanya memakai nama 'Phoenix' di ring.
Dia lalu mulai memakai topeng Luchador, memunculkan kontras dengan kepribadian aslinya yang pemalu dan pendiam. Awalnya, dia sempat enggan menunjukkan hijabnya di hadapan publik.
Tetapi, seketika dia menjadi percaya diri berduel tanpa topeng di Singapura. Dunia akhirnya tahu, ada hijaber cantik di balik topeng tersebut.
(Sah, Sumber: worldofbuzz.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya