Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Lorong Stasiun Guangzhou (Asia One)
Dream - Di Indonesia, urusan berebut bangku kereta mungkin sudah jadi pemandangan umum. Namun jJangan pernah berani melakukan di dalam sebuah kereta cepat di Tiongkok. Apalagi jika bangku itu sudah dipesan penumpang lain.
Pengalaman buruk ini dialami seorang wanita bermarga Zhou yang nekat duduk di kursi yang sudah dipesan. Akibat perbuatannya, Zhou dilarang naik kereta cepat selama 6 bulan lamanya.
Tak cukup sampai disitu, Zhou juga diwajibkan membayar denda 200 yuan (setara Rp433 ribu).
Dikutip dari Asia One, pada Rabu pekan lalu, Zhou naik kereta cepat dari Yongzhou, Provinsi Hunan, menuju Shenzhen, Provinsi Guangdong. Di kereta itu, dia duduk di bangku dekat jendela.
Jika merujuk pada informasi yang tertera di tiket kereta, bangku Zhou berada di lorong. Tetapi, dia lebih memilih duduk di bangku yang bukan haknya.
Pemilik bangku di dekat jendela itu kemudian naik dan mendapati bangkunya sudah diduduki. Dia lalu meminta Zhou pindah namun ditolak.
Pemilik bangku kemudian melaporkan Zhou ke petugas kereta. Seorang petugas berusaha menengahi keduanya, tetapi Zhou tetap tidak mau pindah bangku.
" Di tiket tertulis tempat duduk saya adalah 10D, tetapi tidak ada informasi bangku 10D tidak dekat jendela," ucap dia.
Petugas terus memintanya pindah. Tetapi, Zhou bersikeras menolaknya.
" Siapa bilang aku tidak bisa duduk di sini? Aku sudah beli tiketnya," kata dia.
Petugas mengalah dan Zhou bisa duduk nyaman sampai turun di Stasiun Guangzhou. Sementara pemilik bangku yang sesungguhnya dicarikan tempat duduk di dekat jendela di gerbong lain.
Keesokan harinya, perusahaan pengelola kereta cepat itu, China Railway Guangzhou Group, merilis secara rinci sanksi yang diberikan kepada Zhou di akun media sosial mereka. Sanksi tersebut diberikan berpedoman pada panduan menangani penumpang bermasalah yang dikeluarkan perusahaan terhitung sejak 1 Mei.
Insiden tersebut rupanya terekam kamera dan viral di media sosial. Banyak sekali netizen yang mengecam perbuatan Zhou.
Tidak sedikit pula yang mengatakan sanksi terhadap Zhou terlalu ringan. Mereka mendesak perusahaan kereta untuk memasukkan Zhou dalam daftar hitam sehingga tidak bisa mengakses seluruh angkutan umum.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya