`Lebih Baik Tidak Ada Liga Sepakbola daripada Korbankan Nyawa`

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 24 September 2018 14:02
`Lebih Baik Tidak Ada Liga Sepakbola daripada Korbankan Nyawa`
Haringga Sirila meninggal di tempat kejadian.

Dream - Kemenangan Persib atas Persija pada Minggu sore 23 September 2018, dinodai tewasnya anggota The Jak Mania, Haringga Sirila, 23 tahun akibat dikeroyok oknum Bobotoh.

Insiden yang terjadi di Stadion Gelora Bandung Lautan Api tersebut membuat wajah dunia sepakbola Tanah Air semakin tercoreng.

Dikutip dari Liputan6.com, berdasarkan keterangan supporter yang berada di lokasi, sekitar pukul 13.00 WIB ada seseorang berlari dikejar oleh massa Bobotoh. Massa meneriaki orang itu sebagai pendukung Persija Jakarta.

Persija Berduka© Twitter/@Persija_Jkt

Korban sempat meminta pertolongan kepada tukang bakso. Tapi, ia ditarik oleh massa dan langsung dipukuli dengan kayu maupun botol hingga korban tak berdaya.

Karena menderita luka parah, korban meninggal dunia di lokasi. Peristiwa itu kemudian viral di media sosial. Aparat Polrestabes Bandung langsung bergerak menyelidiki kasus tersebut.

 

1 dari 4 halaman

Tujuh Tersangka Ditangkap

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Pasetyo mengatakan, polisi telah menangkap tujuh pelaku yang mengeroyok Haringga hingga tewas.

" Saat ini sudah tujuh orang ditetapkan tersangka," kata Dedi, Senin 24 September 2018.

Tujuh orang pelaku itu berinisial GA 20 tahun, AN 19 tahun, DS 19 tahun, SMR 17 tahun, DFA 16 tahun, B 41 tahun dan D 20 tahun.

 

2 dari 4 halaman

Ridwan Kamil Minta Maaf dan Kecam Aksi Bobotoh

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengucapkan bela sungkawa atas peristiwa tersebut. Pria yang akrab disapa Kang Emil yang saat itu juga turut menyaksikan laga di Stadion GBLA mengaku kecewa atas tindakan oknum Bobotoh yang telah bertindak di luar batas.

" Saya sangat berduka cita atas meninggalnya suporter Persija atas nama Haringga Sirilla, warga Cengkareng. Sangat kecewa dan menyesalkan tindakan biadab oknum Bobotoh yang menodai kemenangan tim Persib yang didapat dengan susah payah," ujar Kang Emil seperti dikutip dari akun Facebooknya.

Tak lupa, ia meminta maaf kepada orangtua korban dan juga The Jakmania atas peristiwa tersebut.

Kang Emil juga meminta kepada polisi untuk segera mengusut dan menangkap pelaku pengeroyokan dan dihukum sesuai dengan peraturan yang berlaku.

" Bagi saya lebih baik tidak ada liga sepakbola jika harus mengorbankan " nyawa manusia. Hapunten," ucap dia.

 

3 dari 4 halaman

Menpora: Pemerintah Tak Akan Tinggal Diam

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahwari, mengatakan akan menyelidiki kasus ini dan meminta keterangan dari semua pihak.

" Pemerintah tak akan tinggal diam jika ada anak muda terus jadi korban hanya karena sepakbola. -IN.#RIPHaringga," tulis Imam di akun Twitternya @imam_nahwari.

Semoga tidak ada lagi nyawa hilang dengan mengatasnamakan " Persib Nu Aing" atau " Gue Persija" .

4 dari 4 halaman

Video Penangkapan Oknum Bobotoh

Akun Facebook Eris Riswandi mengunggah video saat penangkapan oknum Bobotoh pengeroyok Haringga. Lima orang yang ditangkap sudah mengakui perbuatannya.

Rata-rata pelaku yang ditangkap masih berstatus pelajar. Mereka diancam dengan pidana penjara selama 15 tahun.

Beri Komentar