WNI Stroke Terkapar dan Terlantar di Parkiran RS Saudi

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 24 September 2018 11:02
WNI Stroke Terkapar dan Terlantar di Parkiran RS Saudi
Halimah ditinggalkan begitu saja dalam keadaan sekarat di parkiran.

Dream - Warga Negara Indonesia (WNI) ditemukan terkapar di parkiran Rumah Sakit Universitas King Abdul Aziz Jeddah, Arab Saudi. WNI tersebut sedang sakit parah.

WNI yang diketahui bernama Halimah Sudin itu ditemukan oleh petugas keamanan rumah sakit pada 6 September lalu. Rupanya, Halimah terserang stroke dan hingga saat ini menjalani perawatan intensif.

Pelaksana Fungsi Konsuler-1 Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Safaat Ghofur, mengatakan Halimah sampai ke rumah sakit diantar oleh seseorang.

Lantaran sakit Halimah tergolong parah dan butuh biaya besar untuk perawatan, diduga pengantar itu meninggalkan Halimah di parkiran.

" Mungkin gara-gara takut dimintai tanggung jawab, orang yang mengantar Halimah meninggalkan dia sendirian. Dia akhirnya dirawat rumah sakit," ujar Safaat melalui keterangan tertulis diterima Dream, Senin 24 September 2018.

 

1 dari 2 halaman

Berstatus Tidak Resmi

Safaat mengatakan Halimah merupakan WNI dengan status undocumented alias tidak resmi. Wanita asal Bangkalan, Jawa Timur ini bekerja di Saudi sejak 2006 secara ilegal.

Pria yang juga menjabat sebagai Koordinator Pelindungan Warga (KPW) ini juga menerangkan Halimah pernah masuk daftar peserta Program Amnesti 2013/2014.

Program ini memberikan kesempatan kepada WNA untuk melegalkan statusnya atau pulang ke negara asal masing-masing, namun Halimah memilih tetap di Saudi.

Halimah saat menjalani perawatan di RS Universitas King Abdul Aziz© istimewa

Di Saudi, kata Safaat, warga asing ilegal tidak memiliki akses terhadap layanan kesehatan. Pihak rumah sakit tidak mau memberikan layanan kecuali jika ada kartu izin tinggal (iqamah).

" Yang punya iqamah itu nantinya yang harus bertanggung jawab atas biaya rumah sakit,” kata Safaat. 

2 dari 2 halaman

Telah Biaya Perawatan Rp76 Juta

Pihak rumah sakit sempat meminta KJRI Jeddah untuk menanggung biaya perawatan Halimah yang mencapai 20 ribu riyal, setara Rp76 juta. KJRI lalu melakukan lobi dan meminta rumah sakit membebaskan Halimah dari segala beban pembiayaan dengan alasan kemanusiaan.

Halimah saat di Bandara King Abdul Aziz Jeddah© istimewa

Permintaan tersebut akhirnya dikabulkan. Syaratnya, Halimah diminta untuk meninggalkan rumah sakit dalam waktu tiga hari.

Halimah kemudian dipulangkan ke Tanah Air pada 23 September 2018. Dalam memulangkan Halimah, KJRI Jeddah berkoordinasi dengan Direktorat Perlindungan WNI BHI Kementerian Luar Negeri serta Kementerian Tenaga Kerja dan Kementerian Kesehatan. (ism)

Beri Komentar