Setelah Zuckerberg, Giliran CEO Google Sindir Donald Trump

Reporter : Idho Rahaldi
Senin, 14 Desember 2015 14:02
Setelah Zuckerberg, Giliran CEO Google Sindir Donald Trump
Retorika anti Muslim terkait erat dengan kampanye calon presiden Trump adalah sangat mengecewakan.

Dream - CEO Google Sundar Pichai mulai menyuarakan dukungannya terhadap umat Islam. Pichai menentang pernyataan kontroversial bakal calon presiden AS Donald Trump yang berencana melarang kaum muslim masuk AS. 

Dalam sebuah postingan blognya pada jumat malam lalu, Pichai menegaskan, “ Jangan biarkan ketakutan mengalahkan nilai nilai kita dengan menyimpulkan bahwa retorika anti Muslim terkait erat dengan kampanye calon presiden Trump adalah sangat mengecewakan."

 Ia juga mengingatkan, salah satu kekuatan AS adalah penerimaan pada warga baru. Keterbukaan pikiran, toleransi, dan penerimaan pada warga baru Amerika adalah salah satu kekuatan terbesar negeri ini.

" Dan ini bukan kebetulan, Amerika pada akhirnya, dahulu dan sekarang adalah sebuah negara imigran,” tulis pria kelahiran India itu.

Meski Pichai tak menyebut Donald Trump secara langsung, namun ia mengutarakan sindiran.

“ Itulah mengapa terasa melemahkan semangat saat melihat wacana intoleransi muncul di berita belakangan ini, statemen yang menyatakan negara kita akan lebih baik tanpa suara, ide, dan kontribusi grup orang tertentu, berdasarkan hanya dari mana mereka atau agama mereka,” sindirnya.

“ Jangan biarkan ketakutan mengalahkan nilai nilai kita. Kita harus mendukung muslim dan komunitas minoritas lain di AS dan juga di seluruh dunia,” tulis Sundar.

Sebelumnya, seperti diketahui, CEO Facebook, Mark Zuckerberg juga menyuarakan dukungannya terhadap muslim AS Dampak dari kata-kata ngelantur Donal Trump. (Ism, khaleejtimes.com) 

Beri Komentar