Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya
Sosok Pria Baju Lusuh Berkeliaran Di Jalan Dikira Gembel, Ternyata Kekayaannya Capai Rp62 Triliun
Dream - Siapa sangka pria berbaju lusuh yang berkeliaran di jalanan New York, Amerika Serikat, ini adalah mantan CEO.
Meski hartanya mencapai Rp62 triliun, pria ini tetap berpenampilan sederhana sampai dikira gembel oleh warga sekitar.
Pria itu adalah mantan CEO Twitter, Jack Dorsey. Baru-baru ini ia mencuri perhatian publik usai tertangkap kamera berjalan-jalan bersama temannya di pinggir Kota New York.

Penampilan Jack mencuri perhatian lantaran tampil sederhana mengenakan pakaian olahraga yang tampak lusuh serta sandal casual.
Di balik penampilan lusuhnya, Jack Dorsey memiliki rumah mewah senilai Rp300 miliar. Menurut news.com.au, foto Jack Dorsey di sudut Kota New York viral di tengah persiapannya meluncurkan platform media sosial terbarunya yang diberi nama BlueSky.
Produk tersebut digadang-gadang akan menjadi kompetitor besar Twitter yang saat ini berada di bawa naungan Elon Musk.

Selain itu, ia tampak santai setelah kekayaan bersihnya anjlok lebih dari setengah miliar dolar setelah shot seller Hindenburg Research menuduh perusahaan Dorsey yang bernama Blok melanggar undang-undang perbankan.
Namun pihak Block membantah tuduhan tersebut dan menyebut laporan itu tidak akurat dan berjanji akan mengambil tindakan hukum terhadap Hindenburg.
Dorsey menciptakan Bluesky dengan layanan yang sama persis seperti Twitter. Ia sengaja membuat produk itu untuk menarik pengguna seperti Alexandria Ocasio Cortez dan Chrissy Teigen.
Meski Bluesky memiliki kesamaan dengan Twitter, namun ada perbedaan mendasar seperti penggunaan konten yang dimoderasi secara kolektif oleh pengguna bukan staf.
Sebelumnya Dorsey juga telah meminta maaf atas pemecatan massal Musk dengan mengatakan dia meningkatkan ukuran perusahaan Twitter terlalu cepat.
Sehingga menguraikan pentingnya moderasi yang dikendalikan pengguna secara kolektif.
“ Kesalhan terbesar saya di Twitter adalah terus berinvestasi dalam membangun alat bagi kami mengelola percakapan publik, versus membuat alat bagi orang-orang yang menggunakan Twitter untuk mengelolanya sendiri dengan muda,” katanya.
Adapun peluncuran terbaru Bluesky kira-kira akan bertepatan dengan platform media sosial berbasis teks lainya seperti Facebook, Whatsapp dan instagram.
Advertisement
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai

Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane


3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga

Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah

5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula

Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A