Sunarti, Wanita 148 Kg dari Karawang Meninggal Dunia

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 4 Maret 2019 12:20
Sunarti, Wanita 148 Kg dari Karawang Meninggal Dunia
Kondisi Sunarti sempat membaik usai operasi bariatrik pada 18 Februari lalu.

Dream - Sunarti, wanita asal Karawang, Jawa Barat, yang mengalami obesitas, meninggal dunia pada Sabtu 2 Maret 2019. Wanita 40 tahun itu sempat menjalani program pengecilan tubuh di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung.

" Betul, subuh Bu Sunarti meninggal dunia di rumahnya, padahal pasien pulang dalam keadaan baik, sudah mampu duduk sendiri," ujar dokter spesialis bedah digestif RSHS Bandung, Reno Rudiman, dikutip dari Liputan6.com.

Warga Desa Cibalongsari, Kecataman Klari, itu dirawat di RSHS sejak sebulan lalu. Dia juga sempat menjalani operasi bariatrik (pemotongan lambung) pada 18 Februari.

" Lambungnya dipotong sehingga sekarang tinggal sepertiga bagian dari ukuran lambung yang sebelumnya," ujar Reno.

Menurut Reno, operasi berjalan dengan lancar. " Keadaan Bu Sunarti stabil pascabedah," kata Reno.

1 dari 3 halaman

Sempat Sesak Napas Sebelum Meninggal

Setelah operasi, Sunarti menjalani pemulihan. Dia dirawat secara intensif dan sempat menunjukkan perkembangan positif.

Sebelum meninggal, Sunarti sempat mengeluhkan sesak nafas. Dia juga mengalami kondisi itu ketika awal masuk RSHS.

Direktur SDM dan Pendidikan RSHS, Akhmad Supriatna, mengatakan, sebelum menjalankan operasi, pihaknya melakukan evaluasi kondisi Sunarti. Berdasarkan laporan pemeriksaan dokter, kondisi Sunarti dalam keadaan baik.

" Memang ada keluhan sesak. Sempat pemeriksaan jantung paru dan sesaknya kemungkinan fisik mekanik," kata Supriatna.

Pada Jumat, 1 Maret 2019, Sunarti diizinkan pulang karena kondisinya dinilai sudah membaik. Sayangnya, Sunarti meninggal ketika sudah berada di rumah.

Sumber: Liputan6.com/Maria Flora

2 dari 3 halaman

Sederet Usaha Tim Medis Turunkan Berat Badan Narti

Dream - Setelah menjalani pengobatan di RSUD Karawang, penderita obesitas Narti Sunarti mendapat langkah penanganan dari tim dokter Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat.

Upaya penurunan berat badan dilakukan melalui proses menjaga pola makan hingga bedah bariatrik. Prosedur pengecilan lambung sangat dibutuhkan lantaran kondisi tubuh pasien yang sudah membebani.

" Kami berencana melakukan tindakan untuk mengurangi beban hidup kesehatan. Pernapasan terutamanya mengganggu aktivitas pasien," tutur tim penanganan, Hikmat Permana dikutip dari Liputan6.com, Rabu 5 Februari 2019.

Hingga saat ini bobot Sunarti sudah mencapai 148 kilogram. Sunarti dirawat menggunakan antidekubitus, tempat tidur anti borok. Hal ini untuk menghindari lecet akibat tekanan tubuh Sunarti yang cukup berat.

" Karena minimnya gerak tubuh, dia ditempatkan di tempat tidur khusus. Kita juga gunakan penghalang supaya tidak jatuh," tuturnya.

Menurut spesialis konsultan endokrin metabolik diabetes, Sunarti tidak perlu melakukan puasa. Wanita berusia 39 tahun itu hanya perlu mengatur pola makan yang berbeda dari biasanya.

" Tidak perlu puasa, hanya perlu mengatur jumlah kalori. Kita sudah mencari data apa saja yang dia makan selama ini. Misalnya, sehari 2.500 kalori, kita turunkan 10 persennya," Hikmat memaparkan.

 Narti Sunarti

Pasien Obesitas Narti Sunarti (Foto: Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Pembedahan dapat dilakukan kapan saja mengingat Sunarti yang tidak memiliki masalah kesehatan. Namun pasien masih membutuhkan biaya tambahan untuk peralatan bedah.

" Sebetulnya kita sudah dapat hasil, tinggal dianalisis ahli gizi. Besok juga dipersiapkan. Tapi bedah ini perlu alatnya dan harus dipesan. Kalau sudah tersida akan kita lakukan pembedahan. Secara prinsip bisa segera dioperasi," imbuhnya.

3 dari 3 halaman

Bedah Bariatrik

Dokter bedah digestif dari RSHS, Reno Rudiman mengatakan bedah bariatrik sangat efektif untuk pasien obesitas. Prosedur dilakukan apabila seluruh program yang dijalankan pasien tak kunjung berhasil.

" Bedah ini untuk mengecilkan volume lambung. Selain itu, pasien akan beradaptasi pola makannya karena otomatis makannya jadi terbatas," paparnya.

 Izin Cuti Temani Ibu Operasi, Tanggapan Bosnya Bikin Geram

Bedah bariatrik bertujuan untuk membuang saraf pemicu nafsu makan. Hal ini berbeda dengan program diet yang seringkali gagal akibat nafsu makan yang tak kunjung berkurang.

Menurut Reno, pasien biasanya sudah mencapai berat badan ideal dalam waktu dua tahun. Namun hal ini harus didukung dengan menjaga pola makan yang baik.

" Setelah dua tahun terbiasa, lambung yang diperkecil akan melebar kembali tapi tidak seperti semula. Akhirnya lama-lama kembali ke berat badan tersebut," jelasnya.

Pasien harus berada di kondisi prima sebelum operasi dilakukan. Seluruh organ mulai dari jantung, paru-paru dan sebagainya akan diperiksa terlebih dahulu.

Pembedahan dilakukan dengan alat khusus bernama Hemorrhoidal Circular Stapler. Alat tersebut hanya digunakan untuk satu kali proses dan didatangkan dari luar negeri.

Beri Komentar
Pengakuan Mencengangkan Aulia Kesuma, Dibalik Rencana Pembunuhan Suami dan Anak Tirinya