Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Taiwan mengumumkan kasus kematian pertama akibat virus corona atau Covid-19 pada Minggu malam, 16 Februari 2020 waktu setempat. Pasien yang meninggal diidentifikasi sebagai pria berusia 61 tahun.
Pasien tersebut meninggal di rumah sakit pada Sabtu pekan lalu dan dinyatakan positif terjangkit virus corona. Pria itu memang mengalami masalah kesehatan namun tidak ditemukan riwayat dia bepergian ke luar negeri, menurut pernyataan resmi pejabat setempat.
Kematian pria Taiwan ini menjadi korban kelima virus corona yang meninggal di luar Tiongkok. Empat kasus sebelumnya terjadi di Filipina, Hong Kong, Jepang, dan Prancis.
" Kasus terakhir ini adalah seorang sopir taksi tidak berlisensi. Klien utamanya adalah orang-orang yang pernah ke Tiongkok, Hong Kong dan Makau," ujar Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan, Chen Shih-cung, dilaporkan Channel News Asia.
Chen mengatakan pihak otoritas setempat tengah mempelajari daftar klien si sopir taksi dan riwayat perjalanan mereka. Langkah ini untuk melacak kemungkinan sumber infeksi.
Seorang kerabat pria dari pasien ini berusia 50 tahun dikonfirmasi turut tertular, kata Chen. Meskipun kerabat pasien tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda terjangkiti.
Taiwan mengkonfirmasi saat ini ada 20 kasus infeksi corona di negara tersebut.
Sebelumnya, Prancis mengumumkan kasus kematian akibat corona pada Sabtu lalu. Ini merupakan kasus kematian pertama di luar Asia dan di Eropa.
Hampir 1.000 warga Taiwan masih menunggu langkah retapriasi di Prrovinsi Hubei setelah Beijing dan Taipei saling tuding kasus ini adalah manipulasi politik.
Sejauh ini, jumlah kematian di seluruh akibat virus corona tercatat mencapai 1.775 jiwa. Jumlah terbanyak masih terjadi di Provinsi Hubei dengan total mencapai 1.696 jiwa.
Dream - Kian hari kabar tentang penyebaran virus corona semakin mengkhawatirkan. Beruntung jumlahnya orang terinfeksi virus bernama resmi Covid-19 ini kembali melonjak setelah sempat menyentuh angka 15 ribu orang sehari pada 13 Februari 2020 yang lalu.
Angka itu merupakan jumlah kasus terbanyak yang dilaporkan China dalam satu hari semenjak wabah virus corona merebak pada Desember 2019.
Komisi Kesehatan Hubei juga melaporkan tambahan jumlah kasus korban virus corona yang meninggal mencapai 242 pada hari yang sama.
Peningkatan jumlah yang dramatis itu karena pemerintah Provinsi Hubei telah mengubah cara mendiagnosis pasien virus Covid-2019.
Selama ini pemerintah China hanya mengandalkan tes darah, yang persediaannya terbatas dan dapat memakan waktu berhari-hari untuk memberikan hasil.
Sekarang, pemerintah Provinsi Hubei mulai menggunakan teknik computed tomography (CT) scan untuk mengetahui seseorang terjangkit virus corona.
Dalam ilmu kedokteran Radiologi, teknik yang digunakan oleh pemerintah Provinsi Hubei ini dikenal dengan istilah Ground-glass opacity (GGO).
Dengan metode baru ini, dokter dapat dengan cepat mendiagnosis dan melakukan perawatan terhadap warga yang terjangkit virus Covid-2019.
Meskipun hasilnya kurang begitu akurat dibandingkan dengan tes darah, tapi para dokter di Wuhan tetap menggunakan teknik GGO ini.
Alasannya adalah mereka sudah kehabisan persediaan peralatan medis untuk melakukan pengujian terhadap orang yang diduga tertular virus.
Pasien yang didiagnosis melalui CT scan akan menunjukkan tanda-tanda terjangkit virus corona di paru-parunya dalam bentuk bercak-bercak ground-glass.
Seperti diketahui, paru-paru normal atau sehat akan tampak berwarna hitam saat dilakukan pemindaian. Jika ada satu atau dua bercak putih kecil, maka itu adalah hal yang wajar.

Namun jika mereka terjangkit virus corona, akan muncul bercak-bercak putih di paru-parunya dalam jumlah besar.

Bercak-bercak itu sebenarnya adalah cairan di ruang paru-paru.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya