Viral Kumpulan Burung Gagak Penuhi Langit China, di Wuhan?

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 17 Februari 2020 07:02
Viral Kumpulan Burung Gagak Penuhi Langit China, di Wuhan?
Beberapa laman menyebut kejadian ini terjadi di Wuhan.

Dream - Sebuah video yang memperlihatkan sekumpulan burung terbang di tengah kota menjadi pembicaraan warganet. Video sebaran burung tersebut diunggah akun Harry Chen @IsChinar, 11 Februari 2020.

" Sekumpulan gagak di kota. Apa yang kamu pikir ketika melihat kondisi gagak tersebut?" tulis Chen.

Dari unggahan tersebut laman Siakapkeli, menulis spekulasi bahwa lokasi video tersebut berasal dari Wuhan.

 Unggahan Siakapkeli© Khidr Al-Zahrani

 

 

1 dari 4 halaman

Terjadi di...

Berdasarkan penelusuran AFP Hong Kong penyebutan bahwa burung gagak tersebut berada di Wuhan, Hubei, China merupakan sebuah kesalahan informasi. Lokasi sekumpulan burung gagak tersebut berada di Xining.

 Lokasi video ketika dicari menggunakan aplikasi Baidu Maps (Foto: AFP Hong Kong)© AFP Hong Kong

Lokasi video ketika dicari menggunakan aplikasi Baidu Maps (Foto: AFP Hong Kong)

Jarak Wuhan ke Xining yaitu 1.609,34 kilometer arah utara. Xining berada di provinsi Provinsi Qinghai.

Penelusuran juga membuktikan bahwa lokasi video tersebut, berada di salah satu perempatan di Xining, Qinghai.

Seorang lelaki bernama Hua Yi, mengunggah video yang menunjukkan bahwa sekumpulan gagak terbang di atas Jalan Wencheng dan membuat perhatian warga.

Hua Yi menyebut sejak pindah ke lokasi tersebut, September 2019 kerap menemukan Kejadian semacam itu.

" Kejadian ini sedikit mengerikan saat dilihat dalam kegelapan ada objek yang bergerak di atas jalan saat malam hari, sekitar pukul 19.00," tulisnya.

2 dari 4 halaman

Keluar Karantina Tanpa Izin, Pasien Virus Corona Korea Utara Ditembak Mati

Dream - Ketika berita virus corona Covid-2019 terdeteksi di luar China pertama kali muncul, Korea Utara adalah salah satu negara yang langsung memblokir akses turis asing ke wilayahnya. Tindakan ini diambul sebagai pencegahan terhadap penyebaran virus tersebut.

Sejak penutupan akses, pemeirintah Korut juga dikabarkan mengambil langkah-langkah drastis. Mereka mengisolasi siapa pun yang pernah ke China atau melakukan kontak dengan warga China, untuk menghentikan penyebaran virus.

Korea Utara bahkan sampai mengeksekusi setiap warganya yang tidak mematuhi imbauan pemerintah terkait pencegahan penyebaran virus mematikan itu.

3 dari 4 halaman

Dieksekusi Karena Meninggalkan Karantina

Menurut surat kabar Korea Selatan, Dong-a Ilbo, seorang pejabat Korea Utara dilaporkan telah ditembak mati karena pergi ke fasilitas pemandian umum ketika dia seharusnya berada di karantina.

Pejabat yang tak disebutkan namanya itu ditangkap sebelum ditembak karena menimbulkan risiko menyebarkan virus corona saat berkunjung ke pemandian umum.

Dikabarkan bahwa pejabat tersebut sudah dikarantina karena diduga terjangkit virus corona setelah pulang dari China. Namun karena melanggar hukum militer, dia dieksekusi.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, Kim Jong-un, pemimpin Korea Utara, telah mengeluarkan dekrit untuk mengisolasi siapa saja yang pernah ke China atau melakukan kontak dengan warga China.

 

4 dari 4 halaman

Mengklaim Tidak Ada Kasus Virus Corona

Bunyi dekrit tersebut juga menyebutkan bahwa siapa saja yang meninggalkan karantina tanpa izin akan dieksekusi sesuai dengan hukum militer.

Sementara seorang pejabat lainnya diduga telah diasingkan ke sebuah peternakan karena menutup-nutupi perjalanannya ke China.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Korea Utara mengeksekusi warganya yang dianggap membahayakan keamanan negara. Meski klaim seperti ini sulit untuk diverifikasi kebenarannya.

Hingga sekarang, pemerintah Korea Utara mengaku bahwa tidak ada kasus virus Covid-2019 di negara tersebut.

Pekan lalu, pejabat kementerian kesehatan Korea Utara, Song In Bom, mengatakan kepada media pemerintah bahwa tidak ada kasus virus korona di negara itu. Tetapi mereka akan siap jika wabah itu menyebar di Korea Utara.

" Hanya karena tidak ada kasus virus corona di negara kamu, bukan berarti kami boleh merasa lega. Kami tetap waspada dan bekerja sama untuk melakukan pencegahan," katanya.

(sah, Sumber: World of Buzz)

Beri Komentar
Wajah Tegar BCL Saat Antarkan Jenazah Ashraf Sinclair