Pilu, Calon Pengantin di Palembang Dampingi Jasad Kekasihnya

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Sabtu, 15 Februari 2020 18:17
Pilu, Calon Pengantin di Palembang Dampingi Jasad Kekasihnya
Sang kekasih dibunuh beberapa hari menjelang pernikahannya.

Dream – Akad nikah yang sakral kini tinggal kenangan bagi Lina dan AS. Rencana pernikahan keduanya buyar karena kepergian AS menjelang pernikahan.

Dikutip dari Liputan6.com, Sabtu 15 Februari 2020, raut wajah sedih terpancar dari wajah Lina. Dia termenung saat melihat jenazah sang kekasih di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Bari Palembang. Lina tak bisa menahan tangis.

“ Ayah bangun. Sebentar lagi kita mau nikah,” kata dia.

Kepergian AS tidak disangka-sangka. Nyawa pria yang tinggal di Jalan Kemas Rindo, Kelurahan Kemang Agung Kecamatan Kertapati Palembang ini, hilang di tangan RE.

Dari Informasi yang dihimpun, pembunuhan tersebut terjadi tak jauh dari kediaman korban, pada hari Kamis 13 Februari 2020 pukul 17.30 WIB.

Ayah AS, Syamsul Bahri mengungkapkan, pembunuhan anaknya dilatarbelakangi rasa dendam RE ke AS. Dia melihat sendiri anaknya tersungkur di tanah, setelah ditusuk menggunakan senjata tajam oleh RE.

" Kemungkinan pelaku dendam sama anak saya. Anak saya luka tiga tusukan, satu di perut dan dua di lengan," kata Syamsul.

Setelah mengetahui anaknya menjadi korban penusukan, Syamsul Bahri dan anggota keluarga lainnya, langsung membawa AS ke rumah sakit. Namun, Tuhan berkehendak lain, nyawa AS tidak tertolong.

Dia pun membenarkan jika AS sudah merencanakan mempersunting kekasihnya Lina, pada bulan Februari 2020 ini di Kota Palembang Sumsel.

" Anak saya mau nikah tanggal 26 Februari nanti. Calon istrinya sangat terpukul atas kepergiannya," kata dia.

1 dari 6 halaman

Dikebumikan di Pemakaman Keluarga

Jenazah AS akan dikebumikan di pemakaman keluarga, yang tak jauh dari rumah korban pada Jumat siang sekitar pukul 14.00 WIB. Keluarga berharap pelaku segera ditemukan dan dihukum seberat-beratnya.

" Saya berharap polisi segera menangkap tersangka dan menghukum seberat-beratnya sesuai perbuatannya," kata dia.

Suasana haru pun mewarnai rumah duka. Terdengar jelas isak tangis keluarga terutama calon istri korban.

Tangisan juga tak bisa dibendung Nurhayati, ibu korban. Dia syok mengetahui putra ketiga dari lima bersaudara ini, meninggal dunia dengan cara yang sadis.

2 dari 6 halaman

Pelaku Ditangkap

Tak butuh waktu lama bagi polisi untuk menangkap RE, yang ditangkap di kediamannya di kawasan Kertapati Palembang, pada Kamis malam.

" Pelaku sudah ditangkap semalam. Sudah diserahkan ke Polrestabes Palembang. Karena keluarga korban melapor ke sana," kata Kapolsek Kertapati, AKP Paulin Eterna Agustinus Pakpahan. (mut)

(Sumber: Liputan6.com/Nefri Inge)

3 dari 6 halaman

Fakta Mengejutkan di Balik Pembunuhan Sopir Taksi Onine di Bogor

Dream - Polisi mengungkap fakta mengejutkan tentang Fadil Pranata, tersangka pembunuh Ahsanul Fauzi, sopir taksi online yang jasadnya ditemukan di dalam mobil di Bogor, Jawa Barat. Menurut polisi, Fadil sudah lama tak tinggal di rumahnya.

" Saudaranya bilang begitu, dan sudah dua tahun pelaku meninggalkan rumahnya," kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, AKP Niko Adi, dikutip dari Liputan6.com, Senin 4 November 2019.

Niko menambahkan, Fadil selama ini memilih hidup berpindah-pindah. Dia menumpang di rumah teman-temannya.

 

 © Dream

 

Fadil, kata Niko, merupakan pecandu gim online. Dia mencari uang dengan bermain gim. Banyak orang menyewa jasanya sebagai joki gim online.

Menurut Niko, saban hari Fadil memainkan tiga hingga empat akun gim miliknya. Fadil memang punya banyak akun.

" Penghasilannya juga tidak tetap, berkisar Rp500 ribu hingga Rp3 juta," kata Niko.

4 dari 6 halaman

Terhalang Laptop

Tapi belakangan, pekerjaan Fadil terganggu karena laptopnya rusak. Dia harus memperbaiki power supply seharga Rp180 ribu.

" Laptopnya ibarat nyawanya. Akhirnya dia berencana merampok uang untuk membiayai servis laptopnya," kata dia.

Niat itu dilaksanakan. Fadil membeli pisau cutter di minimarket di Jalan Pahlawan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, pada 31 Oktober 2019.

Usai makan, Fadil meminjam telepon genggam milik warung pecel lele untuk memesan taksi online dengan tujuan daerah Ciawi.

Sampai tujuan, Fadil meminta sopir menepi di Bank BRI. " Padahal waktu itu di kantong celananya ada uang sekitar Rp 60 ribu lebih, sisa kembalian beli cutter dan makan pecel lele," ucap dia.

5 dari 6 halaman

Niat Merampok

Fadil turun dan menuju gerai ATM BRI untuk tarik tunai uang pecahan Rp100 ribu. Sementara, Ahsanul Fauzi menunggu di dalam mobil yang parkir di depan bank tersebut.

Usai mengambil uang di ATM, Fadil kembali masuk ke dalam mobil Toyota Calya berpelat nomor F 1088 CL yang mesinnya masih menyala tersebut. Dia mengulurkan uang Rp100 ribu kepada Ahsanul.

" Niat pelaku membayar dengan uang Rp100 ribu supaya ada kembaliannya dan korban mengambil uang kembalian itu dari dalam dompet. Disitulah pelaku merampok uang korban," kata Niko.

 

6 dari 6 halaman

Diamankan Setelah Sempat Buron

Tanpa pikir panjang, Fadil langsung menusuk leher Ahsanul hingga darahnya terus mengalir. Saat Fadil hendak merampas dompet, kaki Ahsanul menginjakan pedal gas hingga. Fadil pul terguncang dan dompet Ahsanul jatuh ke bawah kemudi.

" Karena panik melihat darah keluar terus dari leher korban dan aksinya takut ketahuan juga akhirnya pelaku kabur," kata dia.

Tak lama kemudian, Ahsanul ditemukan petugas keamanan bank dalam keadaan tidak bernyawa. Ahsanul tewas diduga karena kehabisan darah.

Polisi meringkus Fadil di Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu 2 November 2019. Polisi sempat kesulitan karena Fadil berpindah-pindah.

Sumber: Liputan6.com/Achmad Sudarno

Beri Komentar
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup