Haru dan Bahagia, Keluarga Sambut WNI dari Wuhan di Bandara Halim

Reporter : Mutia Nugraheni
Sabtu, 15 Februari 2020 17:05
Haru dan Bahagia, Keluarga Sambut WNI dari Wuhan di Bandara Halim
Tampak banyak keluarga dan kerabat yang menyambut.

Dream - Setelah menjalani masa karantina selama 40 hari, warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan hari ini kembali ke keluarganya masing-masing. Setelah dilepas dari Batam, sebagian dari mereka diterbangkan ke Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Tampak banyak keluarga dan kerabat yang menyambut. Salah satunya Apriliya, yang merupakan ibu dari Yusuf Azhar, mahasiswa Indonesia yang belajar di Wuhan.

" Bahagia sekali, senang sekali," kata Apriliya, ibunda dari pelajar asal Indonesia di China bernama Yusuf Azhar di lokasi, Sabtu , 15 Februari 2020.

Apriliya datang dari Bogor untuk menjemput anaknya. Setelah tiba di rumah, keluarganya akan mengadakan syukuran. Dia pun menuturkan, para tetangga tidak merasa khawatir. Meskipun, ada yang bertanya tentang kondisi anaknya.

" Untuk baca doa lah di rumah nanti. Syukuran untuk menyambut. Semua orangtua bahagia," jelas Apriliya.

 

 

1 dari 5 halaman

Tetap Ingin Lanjutkan Kuliah di China

Dia menegaskan, jika kondisi sudah membaik, tetap ingin anaknya bisa berkuliah ke China. Pasalnya, anaknya tersebut baru September 2019 berkuliah di sana.
Bahkan, menurut dia, sampai sekarang anaknya masih diberi tugas oleh pihak kampus secara online.

Keluarga WNI dari Wuhan© Liputan6

(Keluarga penjemput WNI dari Wuhan di bandara Halim Perdanakusuma/ Foto: Liputan6)

" Saya tanya gimana Zar? Sementara saat ini mereka dikasi tugas sama Lause. Dikasih PR, secara online," jelas Apriliya.

Dia pun menuturkan, anaknya saat pulang pun akan tetap dipantau kesehatannya. " Dari anak (dapat) informasi, nanti aku di rumah, dari kesehatan datang memantau aku. Dari RT RW diberitahu aku ini sehat, aku tidak sakit," pungkasnya.

 Sumber: Liputan6.com

2 dari 5 halaman

Dinyatakan Sehat, WNI dari Wuhan di Natuna Dibebaskan Pilih Tiket

Dream – Menteri Kesehatan, Terawan, memastikan semua fasiitas akomodasi bagi WNI usai menjalani observasi di Natuna. Kementerian Kesehatan juga membekali WNI dengan tiket pesawat ke kampung halaman.

“ Langsung ke Halim (Bandara Halim Perdanakusuma). Mereka sudah kita bekali tiket sesuai tujuan mereka, mudah-mudahan terkoneksi dengan baik,” kata Terawan di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Sabtu 15 Februari 2020.

Para WNI dibebaskan memilih sendiri tujuan dan waktu penerbangan ke kampung halaman. “ Semua by request dari masing-masing anak tersebut. Dengan by request, terserah mereka mau bahagianya seperti apa. Kita jangan menghalangi kemerdekaan seperti apa,” kata dia.

© Dream

Di masa akhir observasi, Terawan juga mengajak perwakilan World Health Organization (WHO) berkunjung ke lokasi peserta observasi. Tujuannya, untuk memastikan kepulangan peserta observasi berjalan dengan baik, serta dalam kondisi tubuh yang sehat.

“ Mengajak representatif WHO juga ke Natuna untuk menyiapkan pemulangan WNI dari Wuhan yang sudah hampir selesai menjalani observasi selama dua minggu,” kata dia.

Meski penyebaran virus Corona menjadi momok dunia, namun dukungan untuk saling menguatkan terus mengalir bagi orang yang menjalani observasi. Sekitar 225 orang warga Kota Tua Penagi dan Pering Kabupaten Natuna Kepulauan Riau antusiasme melepas warga negara Indonesia dari Wuhan yang diobservasi selama 14 hari di daerah setempat.

3 dari 5 halaman

Antusias

Sekitar 225 orang warga Kota Tua Penagi dan Pering Kabupaten Natuna Kepulauan Riau antusiasme melepas warga negara Indonesia dari Wuhan yang diobservasi selama 14 hari di daerah setempat.

" Awalnya kami rencanakan yang hadir di sini sebanyak 70 orang, tapi ternyata yang mau ikut banyak sampai 150 orang," kata Ketua RT 01 Kota Tua Penagi, Suprianto di Natuna.

Warga berkumpul di sekitar hanggar Lanud Raden Sadjad Natuna, tempat 238 WNI dari Wuhan diobservasi. Kota Tua Penagi, merupakan perkampungan terdekat dengan lokasi hanggar. (mut)

 

4 dari 5 halaman

Negatif Corona, WNI di Kapal Pesiar Jepang Minta Diantar Obat Masuk Angin

Dream - Kementerian Luar Negeri menyebut 78 Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi penumpang dari kapal pesiar Diamond Princess yang sempat dikarantina karena sejumlah penumpang terkonfirmasi terpapar virus corona, atau Covid-19.

Hasil pemeriksaan dari tim medis setempat memastikan puluhan WNI yang `terjebak` dalam kapal pesiar tersebut dinyatakan negatif virus corona. 

" Alhamdulillah 78 kru WNI sampai saat ini dalam keadaan sehat," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Judha Nugraha kepada Dream.co.id, Jumat, 14 Februari 2020.

© Dream

 

Judha mengatakan, saat ini tim Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo sudah membuat grup WhatsApp untuk menjalin komunikasi dan memantau kondisi WNI. Kemlu juga sudah menhubungi para keluarga di Indonesia untuk memberi informasi perkembangan terakhir kondisi para WNI tersebut.

" KBRI juga sudah beri bantuan logistik," kata dia.

 

5 dari 5 halaman

Minta Dibawakan Obat Masuk Angin

Dari unggahan Twitter KBRI Tokyo @KBRITokyo, para tim mengantarkan kebutuhan logistik untuk para WNI pada 12 Februari 2020.

Beberapa diantara permintaan puluhan NI tersebut adalah cairan pereda masuk angin. Selain itu, tim KBRI Tokyo juga mengirim mi instan dan vitaminc C.

Dalam unggahan lain, perwakilan 778 WNI yang menjadi awak kapal yang dikarantina di Yokohama tampak menyortir kiriman dari KBRI Tokyo.

 

Beri Komentar