Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Tim WHO mengakhiri investigasi mereka di Wuhan, Hubei, China untuk menemukan asal usul penyebaran virus SARS-CoV-2 yang memicu pandemi Covid-19. Sejumlah bukti dikumpulkan dan sampai pada beberapa kesimpulan sementara.
Kepala tim WHO, Peter Ben Embarek, menyatakan investigasi telah mencakup sejumlah informasi baru mengenai virus corona namun tidak secara dramatis mengubah gambaran mengenai penyebarannya.
Dari temuan di lapangan, Embarek menyatakan tidak ada bukti kuat yang menyatakan virus tersebar akibat kebocoran laboratorium di Wuhan.
" Temuan menunjukkan bahwa hipotesis insiden laboratorium sangat tidak mungkin untuk menjelaskan masuknya virus ke populasi manusia," ujar Embarek dalam konferensi pers di Wuhan.
Temuan ini senada dengan bantahan otoritas China yang menyatakan virus tidak mungkin tersebar karena kebocoran. China kemudian menawarkan alternatif teori dengan menyebut bisa saja virus berasal dari tempat lain sebelum masuk ke Wuhan, termasuk pada kemasan makanan beku impor.
Embarek juga mengatakan hasil investigasi mengarahkan pada dugaan kelelawar menjadi hewan penular utama Covid-19. Tetapi, kecil kemungkinan kelelawar pembawa virus berasal dari Wuhan.
Kepala panel ahli Covid-19 China, Liang Wannian, meyakini penyakit bisa disebabkan dari transmisi zoonotic (penularan antar hewan). Bisa juga dari hewan ke manusia yang kemudian berevolusi.
Tetapi, dia menyatakan sumber penularan belum dapat teridentifikasi. Sementara kelelawar dan trenggiling memungkinan sebagai reservoir (sumber penularan) karena kesamaan urutan genetik, Liang menyatakan tidak ada bukti menunjukkan bahwa virus corona ada dua jenis hewan ini memiliki hubungan langsung dengan Covid-19.
" Virus corona yang secara genetik terhubung dengan SARS-CoV-2 telah teridentifikasi pada hewan yang berbeda termasuk kuda, kelelawar dan trenggiling," kata Liang.
" Pengambilan sampel kelelawar di provinsi Hubei, bagaimanapun, telah gagal menemukan bukti SARS-CoV-2 pada virus asli, dan pengambilan sampel satwa liar di berbagai tempat di China sejauh ini gagal untuk mengidentifikasi keberadaan SARS-CoV-2," ucap dia melanjutkan.
Liang mengatakan kerentanan kucing terhadap virus juga dapat berarti mereka bisa menjadi reservoir potensial. Tetapi, ukuran sampelnya tidak mencukupi dan saat ini masih diselidiki.
Lebih lanjut, Liang menjelaskan kasus awal pada 2020 terkait dengan penularan di Pasar Makanan Laut Huanan Wuhan. Ini karena sampel yang diambil mengandung kontaminasi permukaan yang meluas dari virus di pasar.
Meski demikian, dia mengatakan tidak mungkin menentukan bagaimana virus itu masuk ke pasar basah.
" Sementara beberapa kasus awal memiliki hubungan dengan pasar, yang lain terkait dengan pasar lain dan yang lainnya tidak memiliki hubungan sama sekali dengan pasar," kata dia.
Sumber: abc.net.au
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya