Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Liputan6.com)
Dream - Dalam mengobati pasien Covid-19, China melakukan metode pengobatan tradisional yang menjadi ciri khas di negara tersebut.
" Kombinasi metode pengobatan Barat dan pengobatan tradisional adalah ciri khas solusi China. Obat dan metode pengobatan tradisional memainkan peran penting dalam penanganan Covid-19," kata Science and Technology Counselor Kedutaan Besar China, Yi Fanping, dalam sesi tanya jawab press conference yang digelar secara daring pada Selasa 9 Februari 2021.
Yi Fanping juga mengatakan bahwa pada awal pandemi, pasien Covid-19 di Wuhan melakukan karantina terpusat, dan menggunakan obat tradisional China untuk mencegah virus.
" Di rumah sakit modular, digunakan metode komprehensif Barat dan tradisional, yang mana lebih fokus pada metode tradisional, secara menonjol menurun proporsi pasien dengan gejala ringan hingga gejala berat," terangnya.
Sementara untuk pasien gejala berat, Yi Fanping menjelaskan, diutamakan metode barat dan metode tradisional sebagai pendamping, guna menurunkan jumlah kematian.
Yi Fanping pun membeberkan beberapa obat tradisional China yang efektif mengobati pasien Covid-19. Obat-obat tradisional itu disebut terbukti efektif setelah penelitian dan pemilihan.
" Setelah penelitian dan pemilihan, Jinhua Qinggan Granul, Lianhua Qingwen Capsule/Granule, Xuebijing Injection, Lung Cleansing and Detoxifying Decoction, Huashibaidu Formula, dan Xuanfeibaidu Formula terbukti efektif," jelas Yi Fanping.
Yi Fanping, dalam kesempatan itu, juga menanggapi pertanyaan terkait laporan Xinhua News yang membahas tentang ditangkapnya kelompok kriminal yang membuat vaksin palsu.
Xinhua News Agency sudah merilis berita tentang Gerakan Khusus Penanganan dan Pencegahan Kegiatan Kriminal terkait vaksin yang diluncurkan oleh Kementerian Keamanan Publik Tiongkok dan dijalankan kepolisian daerah di Tiongkok," kata Yi Fanping.
Berita itu membahas tentang sebuah kasus kriminal pembuatan dan penjualan vaksin palsu yang berhasil dipecahkan oleh Kepolisian Provinsi Jiangsu dan kepolisian daerah lainnya.
" Sebagaimana yang saya tahu, pihak di China sudah memberitahukan informasi terkait ke negara yang terlibat," terang Yi Fanping.
Ia menegaskan, pemerintah China sangat mementingkan keamanan vaksin dan terus mengambil langkah hukum terkait kegiatan kriminal seperti penjualan vaksin palsu, bisnis ilegal dan penyelundupan vaksin.
" China juga akan memperkuat kerja sama penegakan hukum dengan negara yang terkait, untuk mencegah kegiatan kriminal seperti ini terjadi lagi," tambahnya.
Sumber: liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya