Kata Pemilik Apotek yang Membawa Selebgram Helena Lim Jadi Penerima Vaksin

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 9 Februari 2021 19:00
Kata Pemilik Apotek yang Membawa Selebgram Helena Lim Jadi Penerima Vaksin
Helena Lim sudah penuhi semua persyaratan.

Dream - Kabar Helena Lim, sosok wanita selebgram yang mendapat vaksinasi Covid-19 akhirnya angkat suara. Penyanyi dan sosialita iitu mendapatkan jatah vaksin, yang sebetulnya disiapkan untuk Tenaga Kesehatan (Nakes), karena menjadi partner usaha apotek milik rekannya.   

Diketahui Helena menggunakan surat keterangan untuk mendapatkan vaksin Covid-19 dari seorang apoteker yang bekerja di Apotik Bumi, Kebon Jeruk. Kabar tentang Helena yang menerima vaksin dibenarkan oleh pemilik Apotek tersebut, Elly Tjondro 

" Benar jadi kami partner usaha (Helena Lim)," kata dia saat ditemui awak media, Selasa 9 Februari 2021.

Elly menerangkan apoteker mengurus surat izin vaksinasi Covid-19 untuk diberikan kepada 11 orang termasuk Helena Lim. Namun dalam tahap pemberian vaksin, tercatat hanya 10 orang yang menjalani vaksinasi Covid-19

" Yang ikut hanya 10 orang karena satu orang darah tinggi ya, jadi kondisi tidak mengizinkan untuk disuntik. Sehingga total sepuluh," ujar dia.

1 dari 7 halaman

Helena Lim Penuhi Persyaratan

Elly menyatakan, vaksinasi Covid-19 yang dijalani oleh Helena Lim sudah sesuai prosedur dan memenuhi semua persyaratan yang ada. Dia juga menganggap wajar sepuluh orang mendapatkan jatah vaksinasi sebab menjadi garda terdepan dalam menangani pasien dengan pelbagai keluhan.

" Kita sih bingung saja ya. Kami kan orang yang terdepan menghadapi pasien, seharusnya wajar kita kalau mendapatkan vaksin itu, dan memang apotek ditunjuk untuk mandapatkan itu," papar dia.

Elly berharap vaksinasi yang dijalani oleh Helena Lim tidak lagi menjadi polemik di tengah-tengah masyarakat. Dia menegaskan kembali bahwa vaksinasi yang dilakukan di Pukesmas Kebon Jeruk beberapa waktu lalu tak menyalahi aturan.

 

 

2 dari 7 halaman

Tidak Menyalahi Aturan

" Kami merasa gimana ya melihat respon begitu ya agak kaget. Sebetulnya kan kami dari tenaga kesehatan mendapatkan izin itu. Namun spontan masyarakat aja jadi begitu. Semoga semua dapat mengerti karena kami termasuk fronline menghadapi pasien cukup panjang hingga 10 malam," papar dia.

Elly menerangkan, dirinya akan kembali datang ke Pukesmas Kebon Jeruk untuk menjalani vaksin Covid-19 tahap dua. Sejauh ini, Elly mengungkapkan vaksinasi Covid-19 hanya memberikan efek ngantuk.

" Kemarin yang pertama nanti divaksin lagi dua minggu lagi. Tidak ada rasa apa-apa sih cuman bikin ngantuk," ucap dia.

(Sah, Sumber: liputan6.com)

3 dari 7 halaman

Selebgram Helena Lim Vaksin Covid-19 Duluan, Para Dokter Geram dan Sakit Hati

Dream - Dokter spesialis penyakit dalam, RA Adaninggar Primadia Nariswari, sakit hati melihat video selebgram, Helena Lim, yang melakukan vaksinasi Covid-19 bersamaan dengan tenaga kesehatan.

Sebab, Helena Lim hanya orang yang terkenal di media sosial yang seharusnya menjalani vaksin bersamaan dengan masyarakat lainnya, setelah enaga kesehatan.

" Videonya cukup bikin sakit hati, sih," kata dokter yang akrab disapa Ning itu, dikutip dari Liputan6.com.

Pemerintah memang telah membuat program vaksinasi Covid-19 secara gratis untuk masyarakat. Namun, pelaksanaannya bertahap. Untuk gelombang pertama, diutamakan para tenaga kesehatan. Sementara, untuk masyarakat umum digelar belakangab.

Untuk saat ini, proses vaksinasi seharusnya masih dilakukan kepada para tenaga medis, yang dinilai rawan terpapar corona karena harus berhadapan langsung dengan para pasien, termasuk mereka yang terpapar Covid-19.

Namun nyatanya, selebgram Helena Lim sudah bisa melakukan vaksinasi. Dia memamerkan proses vaksinasi itu ke Instagram melalui akun @helenalim899. Wanita yang disebut sebagai crazy rich Pantai Indah Kapuk, yang juga anggota McLaren Club Indonesia itu bahkan menyebut bebas kemana saja setelah menjalani vaksinasi.

Itulah yang membuat Adaninggar geram. Apalagi, pemilik akun Instagram @ningzsppd yang tertular Covid-19 pada Juli 2020 itu mengaku sulit mengakses vaksin corona.

" Karena saya juga penyintas, sulit sekali dapat akses vaksin Covid-19. Eh, orang yang bukan nakes bisa dapat entah bagaimana caranya," lanjut wanita yang karib disapa Ning itu.

4 dari 7 halaman

Bikin Kuping Panas

Menurut dokter yang berpraktik di RS Adi Husada Undaan dan RS Brawijaya, Surabaya, itu, saat ini banyak tenaga kesehatan yang juga penyintas Covid-19 sudah tidak memiliki antibodi. Di saat yang bersamaan para tenaga kesehatan tersebut juga masih harus merawat pasien dengan virus corona.

" Tetap saja enggak bisa dapat vaksin," ujar Ning.

Kuping Ning kian panas tatkala mendengar Helena Lim yang mengatakan bisa ke mana-mana sehabis vaksinasi Covid-19. " Mending jatah-jatah begini untuk nakes yang mau vaksin," tegas dia.

5 dari 7 halaman

dr. Tirta Ikut Buka Suara

Tidak hanya Adaninggar, Dokter Tirta yang giat berkampanye mencegah penyebaran Covid-19 pun ikut bersuara tentang Helena Lim yang divaksinasi duluan. Melalui unggahan Instagram @dr.tirta, dia mengaku heran.

" Heran saya. Harusnya warga zona merah utamakan dulu. Kan mereka butuh vaksin. Contoh Bali. Biar WNA bisa datang ke situ. Dan vaksin sejauh ini gratis," tulis Dokter Tirta.

Sekali pun Helena Lim bisa melakukan vakasinasi Covid-19 duluan karena seorang influncer, Dokter Tirta mengatakan bukan waktunya lagi.

" Setahu saya, influncer edukasi vaksin itu dah selesai tanggal 13-14 Januari kemarin vaksin pertama," tulis tambah Dokter Tirta.

6 dari 7 halaman

Mengaku Keberatan

Dokter Tirta pun mengimbau Kementerian Kesehatan, Pemerintah Daerah Jakarta Barat, yang menjadi tempat Helena melakukaan vaksinasi, untuk mengklarifikasi masalah itu.

Dia mengaku keberatan dan akan melayangkan protes jika ternyata Helena Lim bukan seorang tenaga kesehatan dan juga bukan orang yang berisiko.

" Warga lansia dan berisiko banyak yang belum dapat lho," tulis Tirta.

7 dari 7 halaman

Kata Dinkes DKI

Jawaban mengenai kehebohan tersebut akhirnya terungkap dari Kasudin Kesehatan Jakarta Barat, Kristi Wartini. Dikutip dari Liputan6.com, Kristi menyebut Helena Lim beserta keluarga termasuk ke dalam kategori orang yang memeroleh prioritas vaksin Covid-19.

Kristi, menyebut, seluruh orang yang terlihat di dalam video membawa surat keterangan bekerja di apotek sebagai penunjang.

" Mereka masing-masing membawa surat keterangan bekerja di apotek. Dan, apotek merupakan salah satu sarana kefarmasian yang masuk dalam prioritas pertama," kata Kristi.

Sumber: liputan6.com

Beri Komentar