Dinyatakan Sehat, WNI dari Wuhan di Natuna Dibebaskan Pilih Tiket

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Sabtu, 15 Februari 2020 16:18
Dinyatakan Sehat, WNI dari Wuhan di Natuna Dibebaskan Pilih Tiket
Mereka mulai dipulangkan ke kampung halamannya mulai hari ini.

Dream – Menteri Kesehatan, Terawan, memastikan semua fasiitas akomodasi bagi WNI usai menjalani observasi di Natuna. Kementerian Kesehatan juga membekali WNI dengan tiket pesawat ke kampung halaman.

“ Langsung ke Halim (Bandara Halim Perdanakusuma). Mereka sudah kita bekali tiket sesuai tujuan mereka, mudah-mudahan terkoneksi dengan baik,” kata Terawan di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Sabtu 15 Februari 2020.

Para WNI dibebaskan memilih sendiri tujuan dan waktu penerbangan ke kampung halaman. “ Semua by request dari masing-masing anak tersebut. Dengan by request, terserah mereka mau bahagianya seperti apa. Kita jangan menghalangi kemerdekaan seperti apa,” kata dia.

Di masa akhir observasi, Terawan juga mengajak perwakilan World Health Organization (WHO) berkunjung ke lokasi peserta observasi. Tujuannya, untuk memastikan kepulangan peserta observasi berjalan dengan baik, serta dalam kondisi tubuh yang sehat.

“ Mengajak representatif WHO juga ke Natuna untuk menyiapkan pemulangan WNI dari Wuhan yang sudah hampir selesai menjalani observasi selama dua minggu,” kata dia.

Meski penyebaran virus Corona menjadi momok dunia, namun dukungan untuk saling menguatkan terus mengalir bagi orang yang menjalani observasi. Sekitar 225 orang warga Kota Tua Penagi dan Pering Kabupaten Natuna Kepulauan Riau antusiasme melepas warga negara Indonesia dari Wuhan yang diobservasi selama 14 hari di daerah setempat.

1 dari 5 halaman

Antusias

Sekitar 225 orang warga Kota Tua Penagi dan Pering Kabupaten Natuna Kepulauan Riau antusiasme melepas warga negara Indonesia dari Wuhan yang diobservasi selama 14 hari di daerah setempat.

" Awalnya kami rencanakan yang hadir di sini sebanyak 70 orang, tapi ternyata yang mau ikut banyak sampai 150 orang," kata Ketua RT 01 Kota Tua Penagi, Suprianto di Natuna.

Warga berkumpul di sekitar hanggar Lanud Raden Sadjad Natuna, tempat 238 WNI dari Wuhan diobservasi. Kota Tua Penagi, merupakan perkampungan terdekat dengan lokasi hanggar. (mut)

 

2 dari 5 halaman

Negatif Corona, WNI di Kapal Pesiar Jepang Minta Diantar Obat Masuk Angin

Dream - Kementerian Luar Negeri menyebut 78 Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi penumpang dari kapal pesiar Diamond Princess yang sempat dikarantina karena sejumlah penumpang terkonfirmasi terpapar virus corona, atau Covid-19.

Hasil pemeriksaan dari tim medis setempat memastikan puluhan WNI yang `terjebak` dalam kapal pesiar tersebut dinyatakan negatif virus corona. 

" Alhamdulillah 78 kru WNI sampai saat ini dalam keadaan sehat," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Judha Nugraha kepada Dream.co.id, Jumat, 14 Februari 2020.

 

 © Dream

 

Judha mengatakan, saat ini tim Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo sudah membuat grup WhatsApp untuk menjalin komunikasi dan memantau kondisi WNI. Kemlu juga sudah menhubungi para keluarga di Indonesia untuk memberi informasi perkembangan terakhir kondisi para WNI tersebut.

" KBRI juga sudah beri bantuan logistik," kata dia.

 

3 dari 5 halaman

Minta Dibawakan Obat Masuk Angin

Dari unggahan Twitter KBRI Tokyo @KBRITokyo, para tim mengantarkan kebutuhan logistik untuk para WNI pada 12 Februari 2020.

Beberapa diantara permintaan puluhan NI tersebut adalah cairan pereda masuk angin. Selain itu, tim KBRI Tokyo juga mengirim mi instan dan vitaminc C.

Dalam unggahan lain, perwakilan 778 WNI yang menjadi awak kapal yang dikarantina di Yokohama tampak menyortir kiriman dari KBRI Tokyo.

 

4 dari 5 halaman

Bulan Madu, Pengantin Baru Terjebak di Kapal Pesiar dengan Wabah Virus Corona

Dream - Pasangan asal Amerika Serikat (AS), Milena Basso dan Gaetano Cerullo, sedang melakoni bulan madu. Tapi, kegembiraan pasangan ini terganggu karena kapal pesiar yang digunakan dikarantina karena wabah virus Corona.

Basso dan Cerullo terjebak di kapal pesiar The Diamond Princess. Kapal itu kini dikarantina di Yokohama, Jepang.

Dilaporkan CNN, kapal pesiar tersebut membawa 2.666 orang, termasuk 428 warga AS dan 1.045 kru. Tiga orang warga AS dikonfirmasi menjadi orang yang terpapar virus Corona.

Basso dan suami tak mengetahui sampai kapan masalah ini akan terjadi. Dia mengatakan, orang-orang di atas kedua kapal sedang diperiksa, dan orang-orang dengan gejala yang mencurigakan sedang diuji.

" Kami hanya merasa tidak aman," kata Basso.

" Kami harus dikarantina di lingkungan sanitasi yang aman, bukan di kapal pesiar yang sudah terinfeksi," ucap dia.

Basso mengatakan, mereka telah diperintahkan tidak meninggalkan kamar hingga pemberitahuan selanjutnya dari para petugas.

Basso memiliki pesan untuk otoritas AS. " Donald Trump selamatkan kami," kata dia.

" Kirim pesawat terbang pemerintah untuk kami. Bawa kami turun dari kapal," ujar dia.

Selain pasangan tersebut, penumpang kapal pesiar lain, The Diamond Princess, Spencer Fehrenbacher, mengatakan, adanya pengumuman kepada penumpang bahwa kapal itu bekerja sama dengan otoritas kesehatan Jepang untuk " menyediakan masker bagi semua orang di atas kapal untuk memungkinkan sejumlah tamu tertentu memiliki akses ke udara terbuka geladak di luar kabin mereka."

 

5 dari 5 halaman

Bersikap Positif

Penumpang telah tinggal di kamar mereka, Fehrenbacher mengatakan, menambahkan bahwa makanan dan minuman dilayani anggota kru.

" Untuk sarapan hari ini, kami diberi dua telur rebus, semangkuk buah dengan yogurt dan granola di atasnya, muffin dan croissant," kata Fehrenbacher.

" Mereka juga memberi kami segelas jus jeruk dan menuangkan secangkir kopi untuk setiap orang," ujar dia.

" Kami sekarang mencoba untuk menghabiskan waktu membaca, menonton televisi dan berusaha untuk tetap berpikir positif," ucap dia.

Beri Komentar
Cara Samuel Rizal Terapkan Hidup Sehat Pada Anak