Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Pengadilan Agama Bogor Klas IA menemukan fakta mengejutkan alasan permohonan cerai dari warganya. Sepanjang 2019, tercatat 10 kasus perceraian dipicu karena alasan perselingkuhan sesama jenis.
Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Bogor, Agus Yuspian, mengatakan permohonan cerai umumnya diajukan karena alasan kehadiran pihak ketiga. Yang membuatnya heran, pihak ketiga tersebut berasal dari kalangan sesama jenis, baik dari suami maupun istri.
Agus mengatakan kebanyakan permohonan cerai dilayangkan pihak perempuan. Alasan yang dicantumkan biasanya seputar ekonomi, perselingkuhan, dan lain sebagainya.
Ketika mediasi, barulah terkuak alasan sebenarnya yang dimiliki pasangan tersebut. Sang istri ingin berpisah karena terlibat perselingkuhan sesama jenis.
" Kebanyakan yang punya pasangan selingkuh itu dari pasangan perempuan," kata Agus, dikutip dari Pojoksatu.
Agus mengatakan permohonan cerai kebanyakan dilayangkan pihak istri dengan alasan sering mengalami kekerasan. Tetapi, setelah pengadilan menghadirkan si suami untuk memberikan hak jawab, barulah diketahui masalah utamanya.
" Setelah di persidangan, si suami didatangkan untuk hak jawabnya, ternyata ketahuan kalau perempuannya malah punya pasangan lain, suka dengan perempuan lain," kata Agus.
Parahnya, kasus perselingkuhan yang terjadi juga menganggu perekonomian rumah tangga. Pasangan selingkuh ikut menggerogoti keuangan keluarga si istri.
" Kalau sudah masuk ranah persidangan, cenderung susah kalau suami atau istri begitu diislahkan, karena ada di antara pasangan perempuan (istri) itu malah mengancam bunuh diri kalau tidak diputus," kata Agus.
Ketua Penggiat Keluarga Indonesia, Euis Sunarti, mengatakan kasus seks sesama jenis di Kota Bogor saat ini sudah sangat meresahkan. Menurut dia, kasus ini sudah menjadi salah satu faktor pemicu meningkatnya angka perceraian.
" Ada juga yang biseks, di rumah sama istri atau suaminya, di luar beda lagi. Nah, kehidupan biseks susah dilacaknya," kata dia.
Euis juga mengatakan komunitas seks sesama jenis ini bahkan sudah memiliki wadah tersendiri. Hal ini menjadi ancaman serius terutama untuk anak-anak, sehingga dia mendorong adanya aturan tegas untuk menindak para pelakunya.
(Sah, Sumber: Pojoksatu)
Dream - Peristiwa mencekam dialami oleh seorang karyawati berinisial T. Melalui media sosial dia mengaku nyaris menjadi korban penculikan yang dilakukan oleh sopir Grab Car.
T mengunggah kisah yang membuat geger media sosial tersebut melalui Instagram Story. Cerita itu kemudian menyebar melalui Twitter setelah diunggah oleh akun @mllerasya.
pada unggahan itu diketahui bahwa T menumpang taksi online tersebut pada Sabtu 8 Februari 2020.
Saat itu, T hendak berangkat dari tempat kos ke dua tujuan, yaitu kantornya di Dharmawangsa kemudian ke ICE BSD.
" Jalan dari kosan ke arah kantor gua tuh harusnya putar balik and dia malah lurus," tulis T.
T mengaku mulai menaruh kecurigaan saat memberi tahu sang sopir bahwa jalan menuju kantornya itu salah.
Namun sang sopir tetap ngotot lewat jalan tersebut dengan dalih mengikuti Google Maps.
Meski begitu, saat itu T masih mencoba berfikiran positif.
" Oke gua ngalah, karena masa iya sih aneh-aneh masih siang begini," tulisnya.
Namun kecurigaan T semakin bertambah saat tak sengaja mendengar sopir berbicara berbisik kepada seseorang menggunakan walkie-talkie.
Dari pembicaraan itu terdengar sopir mengatakan, " Poin 1 masuk, masuk 1."
T semakin panik saat itu melihat mobil masuk ke tol menuju Merak, Banten. Dia mulai berbicara keras untuk meminta sopir putar arah.
Namun sopir itu masih berdalih bahwa jalan yang ia lalui benar karena mengikuti map.
" Iya ke sana kok, ini ngikutin mapnya," tulis T menirukan ucapan sang sopir.
Dari satu T mulai mengabari kekasihnya dan mengirimkan shareloc. Ia juga menelepon layanan Grab Center melalui panic button di aplikasi.
Dengan suara yang diperkeras, T bercerita kepada operator bahwa sedang menjadi percobaan penculikan oleh sang sopir.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya