Prihatin, 10 Kasus Cerai di Bogor Dipicu Perselingkuhan Sesama Jenis

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 17 Februari 2020 09:01
Prihatin, 10 Kasus Cerai di Bogor Dipicu Perselingkuhan Sesama Jenis
Pengadilan Agama Bogor mencatat ada 10 permohonan cerai yang masuk dengan alasan perselingkuhan sesama jenis sepanjang 2019.

Dream - Pengadilan Agama Bogor Klas IA menemukan fakta mengejutkan alasan permohonan cerai dari warganya. Sepanjang 2019, tercatat 10 kasus perceraian dipicu karena alasan perselingkuhan sesama jenis. 

Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Bogor, Agus Yuspian, mengatakan permohonan cerai umumnya diajukan karena alasan kehadiran pihak ketiga. Yang membuatnya heran, pihak ketiga tersebut berasal dari kalangan sesama jenis, baik dari suami maupun istri.

Agus mengatakan kebanyakan permohonan cerai dilayangkan pihak perempuan. Alasan yang dicantumkan biasanya seputar ekonomi, perselingkuhan, dan lain sebagainya.

Ketika mediasi, barulah terkuak alasan sebenarnya yang dimiliki pasangan tersebut. Sang istri ingin berpisah karena terlibat perselingkuhan sesama jenis.

" Kebanyakan yang punya pasangan selingkuh itu dari pasangan perempuan," kata Agus, dikutip dari Pojoksatu.

 

1 dari 5 halaman

Awalnya Ngaku Korban Kekerasan, Ternyata...

Agus mengatakan permohonan cerai kebanyakan dilayangkan pihak istri dengan alasan sering mengalami kekerasan. Tetapi, setelah pengadilan menghadirkan si suami untuk memberikan hak jawab, barulah diketahui masalah utamanya.

" Setelah di persidangan, si suami didatangkan untuk hak jawabnya, ternyata ketahuan kalau perempuannya malah punya pasangan lain, suka dengan perempuan lain," kata Agus.

Parahnya, kasus perselingkuhan yang terjadi juga menganggu perekonomian rumah tangga. Pasangan selingkuh ikut menggerogoti keuangan keluarga si istri.

" Kalau sudah masuk ranah persidangan, cenderung susah kalau suami atau istri begitu diislahkan, karena ada di antara pasangan perempuan (istri) itu malah mengancam bunuh diri kalau tidak diputus," kata Agus.

2 dari 5 halaman

Meresahkan Warga Kota Bogor

Ketua Penggiat Keluarga Indonesia, Euis Sunarti, mengatakan kasus seks sesama jenis di Kota Bogor saat ini sudah sangat meresahkan. Menurut dia, kasus ini sudah menjadi salah satu faktor pemicu meningkatnya angka perceraian.

" Ada juga yang biseks, di rumah sama istri atau suaminya, di luar beda lagi. Nah, kehidupan biseks susah dilacaknya," kata dia.

Euis juga mengatakan komunitas seks sesama jenis ini bahkan sudah memiliki wadah tersendiri. Hal ini menjadi ancaman serius terutama untuk anak-anak, sehingga dia mendorong adanya aturan tegas untuk menindak para pelakunya.

(Sah, Sumber: Pojoksatu)

3 dari 5 halaman

Kisah Mencekam Karyawati Hampir Diculik Sopir Taksi Online

Dream - Peristiwa mencekam dialami oleh seorang karyawati berinisial T. Melalui media sosial dia mengaku nyaris menjadi korban penculikan yang dilakukan oleh sopir Grab Car.

T mengunggah kisah yang membuat geger media sosial tersebut melalui Instagram Story. Cerita itu kemudian menyebar melalui Twitter setelah diunggah oleh akun @mllerasya.

pada unggahan itu diketahui bahwa T menumpang taksi online tersebut pada Sabtu 8 Februari 2020.

Saat itu, T hendak berangkat dari tempat kos ke dua tujuan, yaitu kantornya di Dharmawangsa kemudian ke ICE BSD.

" Jalan dari kosan ke arah kantor gua tuh harusnya putar balik and dia malah lurus," tulis T.

4 dari 5 halaman

Kode Rahasia

T mengaku mulai menaruh kecurigaan saat memberi tahu sang sopir bahwa jalan menuju kantornya itu salah.

Namun sang sopir tetap ngotot lewat jalan tersebut dengan dalih mengikuti Google Maps.

Meski begitu, saat itu T masih mencoba berfikiran positif.

" Oke gua ngalah, karena masa iya sih aneh-aneh masih siang begini," tulisnya.

Namun kecurigaan T semakin bertambah saat tak sengaja mendengar sopir berbicara berbisik kepada seseorang menggunakan walkie-talkie.

Dari pembicaraan itu terdengar sopir mengatakan, " Poin 1 masuk, masuk 1."

5 dari 5 halaman

Masuk Tol

T semakin panik saat itu melihat mobil masuk ke tol menuju Merak, Banten. Dia mulai berbicara keras untuk meminta sopir putar arah.

Namun sopir itu masih berdalih bahwa jalan yang ia lalui benar karena mengikuti map.

" Iya ke sana kok, ini ngikutin mapnya," tulis T menirukan ucapan sang sopir.

Dari satu T mulai mengabari kekasihnya dan mengirimkan shareloc. Ia juga menelepon layanan Grab Center melalui panic button di aplikasi.

Dengan suara yang diperkeras, T bercerita kepada operator bahwa sedang menjadi percobaan penculikan oleh sang sopir.

Beri Komentar
Wajah Tegar BCL Saat Antarkan Jenazah Ashraf Sinclair