Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
© TUBS, CC BY-SA 3.0
DREAM.CO.ID - Setiap 17 Agustus, suasana di Indonesia berubah menjadi begitu khas. Bendera Merah Putih menghiasi jalan dan halaman rumah, upacara digelar di berbagai tempat, sementara lomba-lomba kemerdekaan membuat peringatan hari bersejarah itu terasa hingga ke tingkat kampung. Tanggal 17 Agustus telah melekat kuat dengan identitas Indonesia karena pada 17 Agustus 1945 Soekarno dan Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
Namun, ada fakta menarik yang mungkin belum banyak diketahui. Indonesia bukan satu-satunya negara di dunia yang menjadikan 17 Agustus sebagai hari nasional. Ada satu negara lain yang juga memperingati kemerdekaannya pada tanggal yang sama, yakni Gabon di Afrika Tengah. Daftar hari nasional Kementerian Luar Negeri Finlandia dan Departemen Luar Negeri Australia sama-sama mencatat Indonesia dan Gabon pada 17 Agustus.
Gabon merupakan negara yang terletak di pesisir barat Afrika Tengah. Negara ini sebelumnya berada di bawah kekuasaan Prancis dan memperoleh kemerdekaan pada 17 Agustus 1960, tepat 15 tahun setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.
Kemerdekaan Gabon merupakan bagian dari gelombang dekolonisasi Afrika pada pertengahan abad ke-20. Setelah sebelumnya menjadi republik otonom dalam Komunitas Prancis, Gabon kemudian menjadi negara merdeka pada 17 Agustus 1960.
Kesamaan tanggal tersebut tentu tidak berarti Indonesia dan Gabon memiliki hubungan sejarah langsung dalam proses kemerdekaannya. Kedua negara mengalami perjalanan kolonial dan perjuangan politik yang berbeda. Indonesia memproklamasikan kemerdekaan setelah berabad-abad mengalami kolonialisme Eropa dan pendudukan Jepang, sedangkan Gabon memperoleh kemerdekaan dalam konteks proses dekolonisasi wilayah jajahan Prancis di Afrika.
Bagi sebagian besar orang Indonesia, nama Gabon mungkin terdengar asing dan tidak banyak muncul dalam percakapan sehari-hari. Negara di pesisir barat Afrika Tengah ini lebih sering dikenal melalui berita mengenai sepak bola, kehidupan alam liarnya, atau sebagai salah satu negara yang memiliki hutan hujan tropis luas. Gabon juga menjadi rumah bagi sejumlah satwa khas Afrika, termasuk gorila dan gajah hutan, sehingga namanya sesekali muncul dalam pemberitaan mengenai konservasi dan keanekaragaman hayati.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, Gabon mungkin juga dikenal melalui sejumlah pemainnya yang pernah tampil di kompetisi Eropa. Nama yang paling populer tentu Pierre-Emerick Aubameyang, penyerang kelahiran Prancis yang memilih membela tim nasional Gabon. Ia pernah memperkuat klub-klub besar Eropa dan menjadi salah satu pemain sepak bola paling terkenal dari Afrika. Sosok Aubameyang membuat bendera dan nama Gabon beberapa kali muncul dalam pemberitaan olahraga Indonesia, terutama ketika ia bermain di Liga Champions atau kompetisi sepak bola Eropa.
Kesamaan tanggal tersebut juga menjadi pengingat bahwa pengalaman kemerdekaan setiap negara tidak pernah benar-benar sama. Indonesia harus menghadapi perjuangan mempertahankan kemerdekaan setelah proklamasi 1945 sebelum Belanda akhirnya mengakui kedaulatan Indonesia pada 1949.
Gabon mengalami proses yang berbeda sebagai bagian dari perubahan besar di Afrika ketika negara-negara bekas jajahan Eropa memperoleh kemerdekaan pada sekitar pertengahan abad ke-20. Dengan demikian, 17 Agustus bukan hanya tanggal dalam kalender Indonesia. Di Gabon, tanggal tersebut juga memiliki makna kenegaraan yang sangat penting.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya