Lebih Nyaman, Begini Fasilitas Wukuf Jemaah Haji Indonesia

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 25 April 2017 15:15
Lebih Nyaman, Begini Fasilitas Wukuf Jemaah Haji Indonesia
Salah satunya akan dibangun tenda anti api, anti basah, dengan rangka baja. Apa lagi fasilitas nyaman lainnya?

Dream - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memastikan jemaah haji Indonesia tahun ini akan mendapatkan fasilitas yang jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Salah satunya, para jemaah akan tinggal dalam tenda berbahan anti api sekaligus tahan air.

" Tahun ini ada perubahan kualitas tenda. Bahannya anti api dan tahan air, rangkanya dari baja," ujar Lukman, dikutip dari kemenag.go.id, Selasa, 25 April 2017.

Lukman mengungkapkan, jemaah haji Indonesia selama menjalani wukuf di Arafah pada tahun-tahun sebelumnya hanya menggunakan tenda berbahan sejenis terpal. Sementara rangkanya berupa bambu atau besi yang sudah berkarat.

Kondisi mengkawatirkan dialami jemaah haji pada tahun 2015. Kala itu, kata Lukman, beberapa tenda yang ditinggali jemaah haji Indonesia sempat roboh terkena angin kencang. " Sekarang rangkanya sudah baja dan lebih tinggi sehingga lebih nyaman," ucap dia.

Terpisah, Staf Teknis I Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah Ahmad Dumyathi Basori mengatakan tenda di Arafah ini berukuran 25 x 15 meter dan menampung 250 jemaah. Tetapi, ada juga tenda dengan ukuran lebih kecil yaitu 10 x 15 meter menyesuaikan lahan di Arafah.

" Setiap tenda dilengkapi dengan pendingin AC baru sebanyak 6 unit dan 6 unit kipas angin besar yang dilengkapi dengan spray air (mitsfan)," kata Dumyathi.

Dia menjelaskan saat pelaksanaan haji nanti, diperkirakan cuaca sangat panas. Ini lantaran puncak rangkaian ibadah haji yaitu tanggal 9 Zulhijah 1438 H bertepatan dengan tanggal 30 Agustus 2017 M yang merupakan puncak musim kemarau.

" Dengan cuaca panas, risiko calon jemaah haji mengalami heatstroke sangat tinggi," ucap dia.

Selain tenda, kata Dumyathi, jemaah juga akan menggunakan karpet baru. Selain itu, para jemaah juga akan mendapat jatah makan lebih banyak.

" Selama di Arafah, jemaah haji akan mendapatkan pelayanan makan sebanyak 4 kali. Sedangkan di Muzdalifah satu kali dan di Mina sebanyak 11 kali," ucap dia.(Sah)

Beri Komentar