Terkuak, Ini Racun yang Dipakai Bunuh Kim Jong Nam

Reporter : Eko Huda S
Jumat, 24 Februari 2017 11:15
Terkuak, Ini Racun yang Dipakai Bunuh Kim Jong Nam
Racun ini dipakai dalam perang kimia, sebagai bahan pemusnah massal.

Dream - Polisi Diraja Malaysia berhasil mengidentifikasi bahan kimia yang digunakan untuk membunuh kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kong Jong Nam. Berdasar analisa awal, racun yang dipakai adalah VX Nerve Agent.

Menurut Inspektur Jenderal Polisi Tan Khalid Abu Bakar, Pusat Analisis Senjata Kimia Malaysia telah melakukan penelitian awal terhadap area yang berada di sekitar mata dan wajah Jong Nam.

" Bahan kimia yang ditemukan diidentifikasi sebagai VX Nerve Agent," kata Khalid, seperti dikutip Dream dari Asia One, Jumat 24 Februari 2017.

Dia menambahkan, racun VX diklasifikasikan sebagai senjata kimia di bawah daftar 1 UU Konvensi Senjata Kimia 2005 dan Undang-Undang Konvensi Senjata Kimia tahun 1997. " Bahan lain sedang dianalisis," tambah Khalid.

Menurut laman The Guardian, PBB mengklasifikasikan bahan dengan nama lain ethyl N-2-Diisopropylaminoethyl Methylphosphonothiolate ini sebagai senjata pemusnah massal. Polisi Malaysia pun menyebutnya sebagai cairan sangat beracun yang hanya dipakai dalam perang kimia.

Laman CNN melaporkan, bahan ini pertama kali dibuat di Britania pada tahun 1950an untuk senjata kimia mematikan. Bahan ini merupakan gas berupa cairan berminyak berwarna kuning, namun tidak berbau dan tidak pula berasa. VX disebut-sebut sebagai racun syaraf paling ampuh.

Sejumlah orang telah ditangkap terkait kasus pembunuhan Jong Nam ini. Di antaranya adalah Doan Thi Huong asal Vietnam dan Siti Aisyah asal Serang, Indonesia.

1 dari 3 halaman

Tersangka Pembunuh Kim Jong Nam Jebolan Ajang Idol?

Dream - Doan Thi Huong, 28 tahun, wanita Vietnam yang disangka membantu membunuh saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, Kim Jong Nam, ternyata seorang penyanyi berbakat.

Empat hari sebelum Jong Nam tewas di Bandara Kuala Lumpur 2 (KLIA 2), Malaysia, Huong mengunggah foto tengah mengenakan kaos dengan tulisan LOL di Facebook.

Kaos itu mirip dengan yang dipakai saat tersangka itu tertangkap kamera CCTV Bandara KLIA 2.

Huong digambarkan oleh Kepolisian Malaysia sebagai 'karyawan tempat hiburan'. Tetapi mereka tidak merinci di mana Huong bekerja atau apa status keimigrasiannya.

Pembunuh Jong Nam© asiaone.com

Huong termasuk aktif dan memiliki banyak akun Facebook. Status terakhir di halaman Facebook dengan akun Ruby Ruby diunggah tanggal 11 Februari 2017 dari Kampong Besut, Malaysia.

Menurut laman Asia One, sebagaimana dikutip Dream, Jumat 24 Februari 2017, keluarganya mengonfirmasi akun tersebut merupakan salah satu akun Huong.

2 dari 3 halaman

Ikut Vietnam Idol?

Sementara di akun Facebook lainnya, Bella Tron Tron Bella - Chubby Bella, tercantum tautan ke laman resmi ajang pencarian bakat 'Vietnam Idol'. Akun tersebut tampaknya sudah tidak aktif lagi setelah November 2016.

Pembunuh Jong Nam© asiaone.com

Di laman Vietnam Idol, ada video seorang wanita sangat mirip dengan Huong menjadi peserta dengan nomor 67816. Peserta itu menjalani seleksi pada tanggal 3 Juni 2016, tetapi tidak berhasil ke babak berikutnya.

Perangkat lunak pengenalan wajah memberikan hasil identik dengan foto-foto Huong yang dirilis Kepolisian Malaysia. Kontestan tersebut menulis Nam Dinh sebagai kota kelahirannya.

Kota itu sama seperti yang tertulis di paspor Huong yang ditunjukkan Kepolisian Malaysia ke media, Tetapi, dalam paspor itu tercantum nama pemilik Dinh Thi Khuyen.

Pembunuh Jong Nam© asiaone.com

Seorang anggota pengelola Vietnam Idol menolak berkomentar tentang kesamaan wajah tersebut.

3 dari 3 halaman

Misterius di Mata Keluarga

Keluarga Huong sebagian besar bekerja sebagai petani di sekitar rumah mereka di Nam Dinh. Desa itu berlokasi dekat Red River Delta di tenggara Hanoi.

Kata mereka, Huong jarang pulang kampung. Setiap ditanya tentang pekerjaan dan tempat tinggalnya sekarang, Huong selalu memberikan jawaban samar.

Pembunuh Jong Nam© asiaone.com

Ayahnya, Doan Van Thanh, 63 tahun, seorang veteran Perang Vietnam, mengatakan pemerintah selalu menghubungi keluarga sejak penangkapan Huong.

" Mereka hanya mengatakan akan membantu Huong karena dia adalah warga Vietnam. Tetapi mereka tidak memberitahu saya jika dia menjadi tersangka," kata Doan kepada Reuters.

" Meskipun saya ayahnya, saya tidak bisa mengendalikan hal-hal yang terjadi ketika dia di luar sana," kata pria yang bekerja sebagai satpam di pasar setempat.

Beri Komentar