Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Sumber: Shutterstock)
"Jangan ceramah lalu menyalahkan, memaki, dan merendahkan orang lain," kata Menag Lukman Hakim Saifuddin
Dream - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengeluarkan seruan ceramah di rumah ibadah. Seruan ini berlaku ditujukan bagi tiga kalangan.
"Pertama, seruan ditujukan kepada penceramah agama agar bisa mawas dan mengukur diri terkait isi ceramahnya sehingga tidak bertentangan dengan seruan itu," ujar Lukman, dikutip dari kemenag.go.id, Senin, 8 Mei 2017.
Kedua, para pengelola rumah ibadah. Menurut Lukman, pengelola rumah ibadah punya andil dalam menghadirkan penceramah.
"Pilihannya ada di pengelola rumah ibadah. Apakah menghadirkan penceramah yang menyejukkan, mendamaikan, atau malah sebaliknya. Karenanya, pengelola perlu diberikan pemahaman," kata Lukman.
Sementara pihak ketiga yang juga menjadi tujuan seruan ceramah adalah masyarakat. Lukman mengatakan ukuran kepantasan suatu ceramah ada pada masyarakat.
Menurut dia, masyarakat punya patokan untuk menilai suatu ceramah itu pantas disampaikan atau tidak.
Lebih lanjut, Lukman mengatakan semua agama hadir untuk mewujudkan kedamaian di antara umat manusia. Dia pun berharap para penceramah tidak menyampaikan materi ceramah yang justru bertolak belakang dengan esensi agama yaitu mewujukan kedamaian.
"Jangan ceramah lalu menyalahkan, memaki, dan merendahkan orang lain," kata Lukman.(Sah)