Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
Credit : Indiatimes
Dream- Sepasang suami istri di India nekat menenggak pestisida setelah mengetahui tanahnya akan digusur oleh pemerintah. Insiden ini memicu kemarahan publik India lantaran oknum polisi menyerang pasangan asal negara bagian Madhya Pradesh ini.
Penyerangan itu direkam oleh salah satu kerabat hingga menjadi viral di sosial media. Dalam video yang tersebar, nampak sejumlah polisi tengah memukuli seorang pria dari golongan Dalit, kasta terendah di India.
Polisi menyeret pria yang tak terima lahannya digusur itu, sembari menghantam kakinya dengan tongkat kayu. Sang istri yang berusaha menyelamatkan suaminya juga tak luput dari pukulan tongkat kayu. Anaknya yang saat itu juga berada di lokasi kejadian, menangis melihat apa yang menimpa orang tuanya.
Pasangan ini mengatakan mereka telah menyewa tanah untuk lahan pertanian dan tak akan bisa hidup jika mereka diusir. Keduanya kini dikabarkan tengah menjalani perawatan di rumah sakit dan kondisinya mulai membaik.
Partai-partai opisisi di India mengatakan hal seperti ini seringkali menimpa kaum Dalit. Meski ada undang-undang yang melindungi mereka, namun kaum ini masih menghadapi diskriminasi.
" Pertarungan kita adalah melawan mentalitas dan ketidakadilan ini," cuit mantan pemimpin partai oposisi, Rahun Gandhi.
Pasangan tersebut adalah Ram Kumar Ahirwar dan Savitri Devi. Keluarga itu dilaporkan tinggal di tanah yang akan dialokasikan untuk pembangunan sebuah perguruan tinggi. Mereka mengklaim bahwa mereka telah hidup dan bertani di tanah yang ternyata milik pemerintah Madhya Pradesh itu selama bertahun-tahun.

Ketika tim polisi mencapai kediaman mereka untuk membersihkan perambahan, pasangan itu menolak untuk pindah, setelah itu polisi mencoba memaksa mengusir mereka. Pasangan itu terlihat memohon pada polisi untuk menghentikan tindakannya.
Karena melawan, polisi-polisi itu mulai memukuli mereka berdua. Bahkan seorang polisi wanita diduga menendang sang istri, Savitri ketika dia menolak untuk menyingkir dari suaminya. Mereka dipukuli oleh polisi di depan anak-anak mereka.

Merasa tak bisa menghentikan aksi polisi-polisi itu, pasangan miskin itu lantas menenggak pestisida di depan mereka. Hingga akhirnya, pihak polisi pun membawa mereka ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
“ Tanah telah dialokasikan untuk perguruan tinggi. Jadi orang-orang, yang telah merambahnya, dipindahkan. Kedua suami-istri itu mengonsumsi pestisida dan setelah itu mereka dirawat di rumah sakit. Keduanya dalam kondisi stabil," kata Tehsildar N Singh melalui Indiatimes.
Setelah video tersebut viral, Kepala Menteri Madhya Pradesh Shivraj Singh Chouhan mengatakan penyelidikan sedang dilakukan dan atas kejadian ini, seorang pejabat lokal dan pengawas polisi telah dicopot dari jabatan mereka.
" Pemerintah saya akan mengambil tindakan keras terhadap mafia dan penjahat. Tetapi kekuatan kami tidak akan digunakan untuk melawan orang biasa," kata seorang pejabat senior.
Sumber : India times
????? ????? ??? ??? ?? ?????? ?? ??????? ??? pic.twitter.com/egGjgY5Awm
— Rahul Gandhi (@RahulGandhi)July 16, 2020
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi

