5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Wahono, Tuna Netra Peserta Tilawah MTQ Nasional XXVI Asal Jawa Timur (bimasislam.kemenag.go.id)
Dream - Alquran merupakan kitab suci yang menjadi pedoman hidup bagi umat Islam. Setiap Muslim memiliki kewajiban untuk membaca, memahami, dan mengamalkan kandungan Alquran, baik dalam keadaan normal maupun tidak.
Hal itu dipahami betul oleh Wahyono, 23 tahun, asal Desa Lingk Lerek, Gombeng Sari, Banyuwangi, Jawa Timur. Dia adalah salah satu peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) kategori Qari untuk golongan tuna netra.
Meski Wahyono tidak bisa melihat sejak kecil, dia punya kemampuan begitu luar biasa. Suaranya begitu merdu saat melantunkan Alquran.
" Saya bersyukur kepada Allah, atas pertolongan Allah saya diikutsertakan kembali pada MTQ Tingkat Nasional. Alhamdulillah, tugas terlaksana dengan baik," ujar Wahyono, dikutip dari laman bimasislam.kemenag.go.id.
Wahyono merupakan peraih juara II pada MTQ Nasional XXV di Batam kategori tilawah tuna netra. Dalam MTQ kali ini, dia telah mengikuti sejumlah persiapan yang diadakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, dan LPTQ Provinsi Jawa Timur.
Wahyono bahkan diikutsertakan dalam pembinaan khusus secara intensif dengan pengajar yang khusus pula.
Saat tampil, Wahyono bersama para peserta tuna netra lainnya dipapah ke panggung. Di atas panggung, Wahyono melantunkan ayat-ayat suci Alquran dengan syahdu.
Tetapi, Wahyono mengaku konsentrasinya sempat terganggu. Ini karena suara bel sebagai pengganti lampu terdengar terlalu keras.
" Juga tidak ada mic monitor di dalam ruangan tampil, sehingga saya berpikir suara saya keluar atau tidak. Tapi, seluruhnya saya rasakan lebih baik daripada MTQ sebelumnya," kata Wahyono.
Wahyono menargetkan juara I untuk cabang tilawah tuna netra dapat dia raih. Untuk itu, dia berharap doa dari seluruh umat Islam agar target tersebut berhasil dia capai.
" Kepada teman-teman yang mengalami nasib sama seperti saya, jangan menjadikan keterbatasan fisik sebagai penghalang untuk menunjukkan bakat dan prestasi yang kita miliki. Dengan pertolongan Allah, Insya Allah, kita bisa berikan yang terbaik untuk bangsa ini," ucap dia. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?