4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin
Dream - Wakil Presiden, KH Ma'ruf Amin, mengatakan, vaksinasi di bulan Ramadan tidak membatalkan puasa karena tidak dimasukkan lewat lubang yang ada pada tubuh manusia.
" Kebetulan fatwa MUI sudah keluar, bahwa vaksinasi di bulan Ramadan tidak membatalkan puasa karena tidak masuk dari lubang yang tersedia," ujar Kiai Ma'ruf usai menjalani vaksinasi dosis ke dua, disiarkan channel YouTube Wakil Presiden RI.
Kiai Ma'ruf menjelaskan, puasa dinyatakan batal apabila ada benda masuk lewat lubang pada tubuh, yaitu melalui mulut, hidung, telinga, serta lubang lain.
" Tapi karena vaksin itu disuntik, bukan dari lubang itu, maka itu tidak membatalkan puasa," kata Kiai Ma'ruf.
Kiai Ma'ruf mengajak masyarakat, khususnya lanjut usia, untuk mengikuti vaksinasi. Dia menyatakan vaksin yang digunakan pemerintah aman, apalagi untuk para lansia, dan sangat penting untuk menjaga diri dari bahaya Covid-19.
" Menjaga diri dari wabah dalam agama itu wajib," kata dia.
Kiai Ma'ruf tetap mengingatkan masyarakat untuk selalu menjalankan protokol kesehatan serta patuh pada Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Meskipun masyarakat sudah ada yang telah divaksin.
" Ini tiga-tiganya (harus dijalankan), vaksinasinya, protokol kesehatannya, juga aturan-aturan PPKMnya, ini semua untuk kemaslahatan kita semua," ucap Kiai Ma'ruf.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Wakil Presiden, KH Ma'ruf Amin, mendapatkan suntikan Vaksin Covid-19 dosis ke dua di rumah dinasnya, Jakarta, Rabu 17 Maret 2021. Kiai Ma'ruf mendapat dosis pertama pada 17 Februari 2021.
Menurut laman Wapresri.go.id, selain Kiai Ma'ruf, sang istri, Wury Ma'ruf Amin, juga mendapatkan suntikan ke dua. Vaksinasi ini dijalankan oleh Dwi Edi Wahono, anggota Tim Dokter Kepresidenan.
Dalam menjalani vaksinasi, Kiai Ma'ruf didampingi Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. Turut mendampingi pula Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono.
Pada penyuntikan dosis pertama, Kiai Ma'ruf mengaku tidak mengalami efek samping. Karena itu, dia mengajak masyarakat tidak ragu divaksin, terutama kelompok lanjut usia.
" Saya mengajak semua untuk bersama-sama supaya kita kebal menghadapi Covid-19. Insya Allah bangsa kita aman dan terbeas dari bahaya Covid-19," kata dia.
Kiai Ma'ruf juga mengingatkan sebanyak 70 persen populasi penduduk Indonesia harus divaksin. Sehingga, vaksinasi menjadi kewajiban seluruh masyarakat agar terhindar dari Covid-19.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Wakil Presiden, KH Ma'ruf Amin, mengatakan jumlah penerima vaksin Covid-19 semakin meningkat setiap hari. Diharapkan dalam satu tahun, bahkan kurang, harapan terciptanya kekebalan komunitas atau herd immunity dapat tercapai.
" Karena itu makin hari makin naik, makin hari makin naik, dan target kita adalah 1 juta per hari. Ini harus dicapai dan ini juga perintah Presiden supaya itu diperoleh," ujar Kiai Ma'ruf, dikutip dari laman Wapres RI.
Kiai Ma'ruf mengakui hingga saat ini masih ada kelompok yang menolak vaksin atau anti-vaksin. Meski demikian, Kiai Ma'ruf menilai kelompok anti-vaksin tampaknya semakin sedikit, apalagi melihat sejumlah pemberitaan mengenai vaksinasi yang sampai mengantre.
" Saya melihat yang anti-vaksin ini ya kayaknya makin hari makin kecil," kata Kiai Ma'ruf.
Dia juga bercerita soal pengalamannya menerima suntikan vaksin. Kondisi kesehatannya baik dan Kiai Ma'ruf tidak mengalami efek samping.
" Karena itu saya mengajak orang yang seusia dengan saya ini (untuk melakukan vaksinasi Covid-19), sekarang malah membeludak," kata dia.
Selanjutnya, Kiai Ma'ruf menjelaskan Pemerintah membutuhkan bantuan dari banyak pihak untuk semakin meningkatkan sosialisasi vaksinasi bagi masyarakat. Salah satunya keterlibatan tokoh agama untuk mengajak umatnya mengikuti vaksinasi.
" Jadi ketika vaksin ini dipertanyakan oleh masyarakat, selain efektivitasnya, kemanjurannya tapi kehalalannya di situ kemudian Majelis Ulama masuk dan menyatakan bahwa itu halal," kata dia.
Selain itu, peran para ulama dibutuhkan. Sehingga diharapkan dalam setiap ceramah, ulama dapat menyampaikan ajakan untuk vaksinasi.
" Para ulama melalui dakwah-dakwahnya, melalui khutbah Jumatnya, maka dilibatkan selain Majelis Ulama, ada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan ormas-ormas yang lain," terang Mahfud.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
