Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi Wabah Virus Corona (Foto: Shutterstock)
Dream - Warga negara Malaysia yang tengah berkunjung ke Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah AM Parikesit karena diduga mengalami gejala awal virus Corona.
" Karena pasien yang datang adalah warga negara Malaysia yang ada kasus pasien konfirmasi virus Corona, pihak Puskesmas merujuk ke kami," kata Pelaksana harian (Plh) Dirut RSUD AM Parikesit, Martina Yulianti.
Menurut dia, pasien datang ke Kecamatan Kembang Janggut untuk bertugas di sebuah perusahaan sawit. Karena mengeluh demam, pasien lalu dibawa ke puskesmas terdekat.
Sesuai dengan pedoman kewaspadaan terhadap virus Corona, pihak rumah sakit langsung melakukan pemeriksaan pada pasien ini.
" Pemantauan itu seperti apa? Pemantauan itu ada jika pasien riwayat demam, juga ada batuk pilek, dan radang tenggorokan. Kemudian ada atau datang dari negara yang dinyatakan tertular," ujar dia.

Terduga Corona, WNA Malaysia Diisolasi di Rumah Sakit di Kutai Kartanegara. (Liputan6.com/Abdul Jalil)
Meski demikian, Martina yakin pasien WNA Malaysia ini tidak alami paparan langsung dari pasien virus Corona. Sebab, pasien tersebut tidak pernah melakukan kontak dengan pasien yang positif virus Corona atau berkunjung ke rumah sakit yang merawat pasien terduga virus Corona.
" Sehingga tidak memenuhi syarat faktor risiko," kata Martina.
Meski demikian, pihak RSUD AM Parikesit tetap mengambil langkah waspada dan mengikuti pedoman yang diberikan Kementerian Kesehatan untuk penanganan virus Corona.
" Pasien kita isolasi di sebuah ruangan tersendiri untuk kita lakukan pemantauan. Selain itu, proses isolasi dilakukan agar tidak menimbulkan kekhawatiran pasien yang lain," kata dia.
WNA Malaysia yang diisolasi ini datang ke Kutai Kartanegara pada Minggu, 2 Februari 2020. Dia bekerja di salah satu perusahaan perkebunan sawit di Kecamatan Kembang Janggut.
Sumber: Liputan6.com/Abdul Jalil
Dream - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Bali mencatat adanya permohonan perpanjangan izin tinggal yang diajukan warga negara China. Ini lantaran mereka belum bisa kembali ke negaranya akibat wabah corona.
Kepala Kanwil Kemenkum HAM Provinsi Bali, Sutrisno, mengatakan hingga Kamis sore, 6 Februari 2020, ada 18 permohonan yang diterima. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah.
" Kebijakan Kemenkum HAM dalam hal ini Imigrasi, apabila ada warga China yang memang tidak memungkinkan untuk pulang, artinya masih rawan dengan adanya virus corona ini, kita akan fasilitasi berupa perpanjangan visanya," ujar Sutrisno, dikutip dari Liputan6.com.
Sutrisno mengatakan jika warga China di Bali memiliki visa, masa berlakunya akan diperpanjang sesuai aturan. Jika visa kunjungan, dapat diperpanjang paling lama enam bulan.
" Apabila bebas visa akan diberikan perpanjangan secara darurat," kata dia.
Berdasarkan aturan yang berlaku, kata Sutrisno, setiap perpanjangan diberikan waktu selama satu bulan. Sedangkan untuk visa kedatangan, kata dia, bisa diperpanjang satu bulan dan satu kali perpanjangan.
Untuk perpanjangan izin tinggal, Sutrisno mengatakan tidak ada syarat khusus. Secara umum, pemegang visa dapat melakukan perpanjangan izin tinggal selama memiliki tiket kembali atau tiket terusan ke negara lain.
Sejauh ini ada 17 orang warga asing yang dipulangkan terhitung hingga Kamis siang pukul 12.00 WITA.
Mereka tercatat berasal dari Brasil empat orang, Rumania satu orang, Rusia satu orang, Armenia tiga orang, China dua orang, Ghana satu orang, Maroko dua orang, Selandia Baru satu orang, Inggris satu orang, dan Ukraina satu orang.
Sutrisno membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan alasan pemulangan tersebut lantaran pemberlakukan larangan penerbangan dari China yang berlaku mulai 5 Januari 2020 pukul 00.00.
" Sejak tanggal 5 Februari 2020 pukul 00.00 penerbangan yang langsung dari China harus ditolak, itu sudah disiarkan langsung dari Kemenlu, lalu untuk yang ditolak artinya adalah orang yang langsung datang dari China atau dalam waktu 14 hari dia pernah tinggal di China baik itu warga China maupun warga asing lain," ucap dia.
Sumber: Liputan6.com
Dream - Seorang dokter asal China yang mencoba mengeluarkan peringatan pertama mengenai wabah virus Corona Wuhan dikabarkan telah meninggal dunia. Li Wenliang, 34 tahun, tertular virus saat bekerja di Rumah Sakit Pusat Wuhan.
People's Daily melaporkan Li meninggal pada Jumat, 7 Februari 2020 pukul 02.58 waktu Indonessia. Meski demikian laporan BBC menunjukkan adanya perbedaan catatan kematian Li.
Global Times, People's Daily, dan media China lainnya telah melaporkan kematian Li sebelumnya pada Kamis, 6 Februari 2020.
Li awalnya dinyatakan meninggal pada pukul 21.30 waktu setempat dan berita itu memicu gelombang reaksi populer di Weibo. People's Daily mengirim tweet yang mengatakan kematian Li telah memicu " kesedihan nasional" .
Tetapi, Global Times mengatakan Li dalam kondisi kritis dan mendapat perawatan oksigenasi membran ekstra-korporeal (ECMO) yang membuat jantung seseorang memompa dan menjaga darah mereka teroksigenasi tanpa melalui paru-paru.
Wartawan dan dokter di tempat kejadian, yang tidak ingin nama mereka digunakan, mengatakan kepada BBC dan media lain bahwa pejabat pemerintah telah campur tangan.
Media resmi telah diberitahu untuk mengganti laporan mereka dengan mengatakan bahwa dokter itu masih dirawat.
Sebagian besar dari mereka yang meninggal dunia karena coronavirus berusia di atas 60 tahun atau menderita kondisi medis lain, menurut otoritas kesehatan China. Sejarah medis Li tidak diketahui.
Dilaporkan BBC, Li mengirimkan peringatan munculnya wabah virus Corona kepada sesama petugas medis pada 30 Desember 2019 melalui Weibo. Tetapi, peringatan itu direspon berbeda oleh polisi. Li ditangkap polisi agar berhenti membuat peringatan palsu.
Saat ini, berdasarkan data John Hopkins University-Centre for System Science of Engineering (JHU-CSSE) sebanyak 638 orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara yang terinfeksi tercatat 31.377 orang.
Virus Corona Wuhan menyebabkan infeksi pernapasan akut dan demam, serta diikuti batuk kering.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam