6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Irwan Fatkhur Rozy, Lulus ITS Dengan Predikat Cumlaude (surabayaonline.co)
Dream - Generasi muda Indonesia kini tak bisa lagi disebut lemah. Mereka bahkan berlomba-lomba mengukir prestasi.
Semangat mereka begitu tinggi. Meski berasal dari keluarga sederhana, mereka tidak patah semangat demi berprestasi setinggi langit.
Seperti kisah Irwan Fatkhur Rozy. Mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) ini diganjar predikat Cumlaude dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,89.
Dikutip dari surabayaonline.co, Irwan merupakan putra asli Nganjuk dari pasangan Subandi dan Sriati. Sang ayah, Subandi, berprofesi sebagai kuli angkut kayu di salah satu cabang perusahaan pelat merah. Sementara ibunya, Sriati, hanya ibu rumah tangga.
Keluarga itu tentu hanya bisa mengantungkan hidup dari penghasilan Subandi yang tergolong pas-pasan. Tetapi, kondisi itu tidak membuat Irwan patah semangat.
Berbekal kegemarannya dalam menuntut ilmu dan semangat berprestasi yang tinggi, Irwan mendaftar sebagai mahasiswa ITS melalui jalur beasiswa Bidikmisi. Dorongan orangtua untuk bisa bersekolah di jenjang lebih tinggi semakin menguatkan niat Irwan.
Irwan sempat mendaftar di ITS melalui jalur undangan. Tetapi, upaya itu tidak berbuah manis dan dia gagal diterima.
Tidak menyerah, Irwan berusaha lebih keras melalui jalur SNMPTN. Sebelum mengikuti ujian seleksi itu, Irwan berlatih soal-soal dengan buku yang dia pinjam dari teman-temannya yang sudah diterima lebih dulu.
Ketekunan dalam belajar Irwan berlanjut saat menjalani perkuliahan. Alhasil, dia mampu meraih IPK tinggi.
" Belajar dengan rajin, utamanya ketika di kelas, setidaknya di kelas saya dengerin yang dijelaskan dosen, sehingga ketika pulang dan mengerjakan tugas tidak bingung, kalau di kelas tidak dengerin, pasti pas pulang bingung," kata Irwan.
Atas prestasi itu, Irwan akan melanjutkan ke jenjang pendidikan S2 di Universitas Hiroshima, Jepang. Dia mengaku sempat berpikir untuk bekerja.
" Awalnya, saya ingin melanjutkan studi S2, namun di pertengahan kuliah keinginan itu sempat hilang, saya berpikir mending kerja aja, bantu orangtua di rumah," kata dia.
Pikiran Irwan kembali berubah ketika mendapat tawaran kuliah S2. Dia kemudian meminta izin orangtuanya, dan langsung mengajukan aplikasi pendaftaran.
" Sebenarnya ada 12 orang yang mendaftar, namun setelah diseleksi ada empat orang dan diseleksi lagi, Alhamdulillah, saya yang diterima," ucap Irwan.
Terbersit keinginan dalam diri Irwan usai mendapatkan banyak ilmu. Dia punya mimpi begitu luhur, menjadi seorang dosen.
" Saya ingin menjadi dosen agar bisa mengamalkan ilmu yang pernah saya dapat, karena dengan itu (menjadi dosen), ilmu yang saya dapat bisa bermanfaat dan pahalanya tidak putus," tutur Irwan.
Selengkapnya... (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
