Ilustrasi
Dream - Bersih-bersih makam menjadi satu rutinitas yang dijalani masyarakat Indonesia. Biasanya kegiatan ini dilakukan di momen tertentu, seperti menjelang Ramadan.
Terdapat anjuran untuk tidak membakar sampah di area pemakaman. Ada pemahaman panas yang ditimbulkan dari pembakaran dapat dirasakan oleh mereka yang sudah meninggal
Apakah pendapat ini benar adanya?
Dikutip dari NU Online, Al Mubarakfuri dalam kitabnya Mir'atul Mafatih menyebutkan sebuah riwayat dari Ibnu Mas'ud. Dalam riwayat itu dinyatakan menyakiti jenazah seorang Mukmin sama dengan menyakitinya ketika masih hidup.
Dalam kitab itu pula, Al Mubarakfuri menerangkan riwayat tersebut mendapat tanggapan dari salah satu ulama Mazhab Maliki, Ibnu Abdil Barr. Menurut Ibnu Abdil Barr, orang yang sudah mati tetap bisa merasakan semua kesakitan yang bisa dirasakan mereka yang masih hidup.
" Dari Ibnu Mas’ud RA, ia berkata, 'Menyakiti jenazah orang Mukmin itu sebagaimana menyakitinya ketika ia masih hidup.' (HR Ibnu Syaibah). Menurut Ibnu Abdil Barr, dapat dipahami dari hadis ini bahwa orang yang meninggal dunia itu dapat merasakan semua bentuk kesakitan yang dapat dirasakan oleh orang yang hidup."
Dari pendapat di atas, membakar sampah di area pemakaman bisa berdampak pada jenazah di dalam makam. Sangat dianjurkan untuk tidak membakar sampah atau apapun di makam.
Advertisement

Suhu yang Terus Meningkat Ternyata Memperlambat Perkembangan Anak Usia Dini

Gujarat, Jejak Jalur Dagang yang Ikut Membentuk Islam di Nusantara

Sering Nyeri Sendi Saat Menua? Terlalu Jarang Bergerak Bisa Memperburuk Kondisinya

Serunya Mampir ke Booth AXIS di Cherrypop Festival 2026, Ada Photo Booth AI hingga Charging Station

BCA Kumpulkan Desa dan UMKM Binaan dalam Desa Bakti BCA Community Forum 2026

BNI Rangkul 3 Komunitas Beda Fokus, dari Bisnis sampai Gowes Bareng

Menjelajah Pulau Obi, Komunitas Libas Harita Nickel Tumbuhkan Kepedulian Lingkungan