Moeen Ali (World Bulletin)
Dream - Pemain kriket Inggris terkenal, Moeen Ali, ingin menjadi teladan bagi muslim. Dia juga ingin meminta para pemeluk Islam lebih aktif berpartisipasi dalam olahraga.
Berbicara dalam sebuah wawancara dengan Mehdi Hassan dari Huffington Post, Moeen Ali yang dijuluki " Si Janggut Yang Ditakuti" menceritakan perjalanannya karir kriketnya. Juga perjuangannya mengatasi stigma buruk sebagai seorang muslim berjenggot, yang diterimanya dari penggemar kriket di Inggris.
Saat masih remaja, Ali tidak terlalu taat menjalankan ibadah dan tak pernah berpikir bisa menjadi pemain kriket terkenal di Inggris. Apalagi menjadi pemain kriket berjenggot. Ali mengatakan harus serius mempelajari Islam setelah berdiskusi dengan temannya yang baru menjadi mualaf.
" Aku bertanya mengapa dia menjadi seorang muslim," kata Ali mengawali ceritanya. " Mengapa Anda mengikuti agama yang memaksakan pernikahan dan semua hal yang aneh-aneh?" Teman Ali itu menjawab, " Yang Anda lihat itu bukan agama Anda.. Saya berkata kepadanya: 'Mengapa Anda mengikuti agama yang [dipaksa] pernikahan dan semua hal-hal yang salah?" Dan dia berkata, " Islam tidak begitu. Itu dari budaya Anda, budaya di Pakistan."
Sekarang, Ali mengatakan, Islam sangat berarti baginya. " Saya sangat menjaga hubungan dengan Sang Pencipta dan mencontoh kehidupan Nabi Muhammad. Banyak dari kita, umat Islam, yang sudah berhenti belajar Alquran dan mencontoh sunnah Nabi. Umat Islam telah diperdaya dunia. Mereka telah lupa alasan lahir di dunia, yakni menyembah Allah."
Menanggapi kritikan karena berjenggot, pemain kriket Muslim ini berkata, " Saya banyak mendapat pertanyaan soal jenggot saya, tentang agama saya, dan saya harus menjawabnya dengan jujur." Dia mengakui mendapat kritik karena sering menonjolkan sisi agama di media Inggris. Namun Ali mengatakan, " Pada akhirnya nanti, saya adalah seorang Muslim dan itu tidak mengganggu saya. Saya pun tidak terusik dengan kritikan-kritikan di luar sana."
Ali juga dikritik dan mendapat teror karena membawa-bawa politik dalam olahraga. Saat menghadapi India di Southampton pada 28 Juli lalu, dia memakai dua gelang dengan tulisan " Free Palestine" dan " Save Gaza" . Tidak hanya dipersulit wasit saat pertandingan, aksi solidaritasnya itu memicu larangan bermain bagi pemain kriket oleh International Cricket Council (ICC). Dalam aturan ICC disebutkan pemain dilarang mengenakan sesuatu yang berhubungan dengan politik, agama dan ras tertentu selama pertandingan.
Namun England Cricket Board (ECB) mendukung aksi Ali tersebut. Dalam sebuah pernyataan disebut apa yang diperbuatnya itu " tidak ada yang salah" . Mereka mengatakan banyak pemain di bidang olahraga lain melakukan seperti yang dilakukan Ali.
Dalam dunia kriket, Ali termasuk " sangat beruntung" karena timnya Worcestershire memberinya keleluasaan untuk beribadah. Termasuk menyediakan ruang salat dan mengizinkannya puasa di bulan Ramadhan. Ali menilai timnya benar-benar mendukungnya untuk menerapkan Islam. Sebagai balasannya, Ali menunjukkan profesionalitasnya saat tampil gemilang meski berpuasa selama Ramadhan tahun ini.
Meski muslim, pemain berusia 27 tahun ini merasa senang dan bangga menyebut dirinya warga Inggris, terlebih kota yang diwakilinya saat ini, Birmingham. " Saya tidak melihat warna (kulit) sebagai masalah. Saya melihat semua orang sebagai ciptaan Allah. Kita semua saudara dalam kemanusiaan."
" Salah satu hal terbesar yang saya ingin capai adalah mendorong orang untuk bermain kriket atau olahraga profesional lainnya, tak peduli apa agamanya."
Setelah menghadapi stigma buruk akibat Islamofobia di Inggris dan mendapat cemoohan karena penampilannya yang berjenggot, kini Moeen Ali telah menjelma sebagai pemain kriket andalan Inggris yang berhasil mencuri hati setiap pendukungnya. (Ism)
Advertisement

Perempuan di Balik McDonald’s Indonesia: Dua Kisah, Satu Komitmen untuk Tumbuh dan Berdampak
Tampil Cantik di Dream Day Ramadan Fest Bersama Beauty Class VIVA Cosmetics


Kandungan Komposisi Susu dalam Produk Nutrisi Anak Makin Menjadi Perhatian

Nestlé MILO Dukung Pengembangan Program Basketball For Good di Indonesia

Nestlé MILO Dukung Pengembangan Program Basketball For Good di Indonesia

Kandungan Komposisi Susu dalam Produk Nutrisi Anak Makin Menjadi Perhatian
