Ilustrasi
Dream - Hari raya Idul Fitri merupakan hari-nya umat Islam. Di hari istimewa ini, umat Islam merayakan ‘kemenangan’ setelah sebulan penuh menjalankan puasa Ramadan.
Nabi Muhammad pun menganggap Idul Fitri teramat spesial. Tetapi, dalam kisah yang ditulis Syeikh Ali bin Hasan dan Syeikh Salim bin ‘Ied al-Hilali dalam Meneladani Rasulullah dalam Berpuasa dan Berhari Raya, disebutkan bahwa suatu saat Nabi Muhammad menolak membeli jubah yang ditawarkan kepadanya.
Diriwayatkan Bukhari Muslim, Ibnu Umar mengisahkan, “ Umar pernah mendapatkan jubah sutera tebal yang dijual di pasar. Kemudian, ia membawanya ke hadapan Rasulullah seraya berucap, ‘Wahai Rasulullah belilah jubah ini dan pergunakanlah untuk berhias diri pada hari raya dan ketika menyambut kedatangan delegasi’.”
Nabi Muhammad menolak tawaran itu.
“ Sesungguhnya ini adalah pakaian orang yang tidak mendapat bagian (di akhirat)”
Menurut Al-Hafizh Ibnu Hajar, diriwayatkan oleh Ibnu Abid Dun-ya dan al-Baihaqi dengan shahih kepada Ibnu Umar, biasanya Nabi Muhammad mengenakan pakaian terbaik ketika Idul Fitri dan Idul Adha.
Di dalam kitab Zaadul Ma’aad (I/144), Ibnul Qayyim mengatakan bahwa Nabi Muhammad biasa berangkat (ke tanah lapang) pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha dengan pakaiannya yang paling bagus.
“ Beliau memiliki satu hullah yang biasa dikenakan pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, serta hari Jumat. Sesekali beliau memakai dua burdah (kain bermotif) hijau, terkadang memakai burdah yang bukan berwarna merah.”