NU: Amar Ma`ruf Nahi Munkar Tak Boleh Melalui Ujaran Kebencian

Reporter : Ahmad Baiquni
Sabtu, 25 November 2017 06:03
NU: Amar Ma`ruf Nahi Munkar Tak Boleh Melalui Ujaran Kebencian
Ujaran kebencian juga dinyatakan haram dilakukan dengan berbagai alasan, termasuk untuk tujuan kebaikan.

Dream - Isu mengenai ujaran kebencian mendapat sorotan dari sejumlah ulama, terutama dari lingkungan Nahdlatul Ulama. Isu ini menjadi salah satu masalah yang dibahas dalam Sidang Komisi Bahtsul Masail Ad Diniyah Al Maudluiyah Musyawarah Nasional Alim Ulama 2017 di Pondok Pesantren Darul Falah, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Sidang itu menetapkan ujaran kebencian merupakan perbuatan tercela dan merupakan bagian dari kemungkaran. Lebih tegas, Bahtsul Masail menetapkan perbuatan ini haram dilakukan dengan segala alasan, termasuk untuk tujuan kebaikan seperti dakwah.

" Amar ma'ruf nahi munkar juga tidak bisa dilakukan dengan kemungkaran, karena mengajak kebaikan juga harus dilakukan dengan kebaikan. Oleh karena itu, amar ma'ruf nahi munkar tidak dapat dibenarkan melalui ujaran kebencian yang dalam Islam merupakan bagian dari kemungkaran," ujar Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Mahbub Ma'afi, dikutip dari islami.co.

Mahbub menjelaskan, ujaran kebencian menyerang dan menghancurkan kehormatan pribadi dan golongan yang dilindungi agama. Sementara pada kehidupan sosial masyarakat, ujaran kebencian bisa berdampak buruk seperti timbulnya permusuhan, kebencian dan pertikaian.

" Perpecahan di kalangan golongan masyarakat akan mudah terjadi akibat ujaran kebencian yang menembus batas-batas pertahanan sosial masyarakat. Pada gilirannya, harmoni dan kerukunan masyarakat akan mudah terkikis dalam suasana dan iklim kebencian," ucap Mahbub.

Bahtsul Masail juga menyoroti keberadaan sejumlah platform media sosial yang telah dijadikan alat penyebaran ujaran kebencian. Mahbub pun mengimbau, agar seluruh lapisan masyarakat bersama-sama mencegah persebaran konten digital bermuatan ujaran kebencian.

" Penyebaran ujaran kebencian di media sosial pun sulit dibendung dan masuk ke dalam jantung kehidupan sosial masyarakat." ucap Mahbub. (ism) 

Beri Komentar