(Sumber: Http://www.mynewshub.cc/)
Dream - Sikap suka membantu dan memberi bimbingan kepada rekan yang tidak mengerti mata pelajaran, menjadi rahasia keberhasilan seorang siswa sekolah tinggi bahasa Arab Maahad Johor.
Siswa itu mampu mencapai nilai tertinggi dalam Sijil Tinggi Agama Malaysia (STAM) 2015 (semacam ujian nasional).
Ahmad Lutfi Subahan, 19, percaya dengan mengajari teman-teman secara otomatis menjadi cara untuk mengulang mata pelajaran.
" Sebenarnya saya sendiri tidak sempat belajar dan merasa tertekan karena sibuk dengan tugas sebagai Exco Disiplin untuk Majlis Perwakilan Pelajar (MPP).
" Saya berdoa supaya dimudahkan dan tidur selama 15 menit setelah waktu Asar. Sehingga saya bisa mengajar teman dengan pikiran tenang," katanya kepada wartawan setelah acara pengumuman STAM 2015 Maahad Johor oleh guru besar Suliman Dumang.
Sebanyak 26 pelajar Maahad Johor memperoleh nilai memuaskan pada STAM 2015, dengan tiga diantaranya memperoleh mumtaz sofi (sangat cemerlang).
Lutfi yang mengamalkan puasa sunah ini sangat bersyukur menjadi salah seorang dari tiga siswa yang memperoleh mumtaz sofi di sekolah itu.
Anak bungsu dari lima bersaudara itu ditemani ayah, Subahan Masud, 56, dan ibu, Zaiton Mohamed, 56. Dia menyatakan keinginan melanjutkan pendidikan di Universitas Al-Azhar, Mesir, untuk mencapai cita-citanya sebagai pendidik.
Sementara itu, Wan Amirul Hakim Wan Zainuddin, 19, yang turut mencapai mumtaz sofi, mengatakan penguasaan bahasa Arab dan fokus penuh dalam kelas merupakan kunci keberhasilannya.
" Menguasai Bahasa Arab adalah merupakan sesuatu yang penting untuk belajar agama. Dengan ini barulah kami dapat memahami pelajaran yang diajarkan dan dapat beramal dengan ikhlas," katanya.
Wan Amirul Hakim, yang juga bercita-cita kuliah di Universitas Al-Azhar, mengatakan ia tidak memiliki jadwal khusus untuk belajar dan tidak belajar secara berkelompok.
" Saya mengacu kepada guru atau teman jika tidak memahami sesuatu mata pelajaran," kata anak sulung dari tiga bersaudara itu yang berasal dari Pekan, Pahang.
(Ism, Sumber: mynewshub.cc)
Advertisement
Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara


Masalah Keuangan Berkepanjangan Bisa Berkaitan dengan Penuaan Otak Lebih Cepat, Ini Penjelasannya

Pemeriksaan Kesehatan yang Penting untuk Perempuan Usia 20-an, 30-an, 40-an, dan 50-an


Tembus 21 Juta Views, 'Kasih Aba-Aba 2.0' Naykilla & Tenxi Jadi Tren TikTok Untuk Sambut Shopee 9.9


Tak Cukup Lihat Klaim di Kemasan, Orang Tua Perlu Lihat Bukti di Balik Susu Formula Anak

Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global