Rahasia Pelajar Lulus Memuaskan

Reporter : Puri Yuanita
Minggu, 24 Januari 2016 18:02
Rahasia Pelajar Lulus Memuaskan
Siswa tersebut mampu mencapai nilai tertinggi dalam Sijil Tinggi Agama Malaysia (STAM) 2015 (semacam ujian nasional).

Dream - Sikap suka membantu dan memberi bimbingan kepada rekan yang tidak mengerti mata pelajaran, menjadi rahasia keberhasilan seorang siswa sekolah tinggi bahasa Arab Maahad Johor.

Siswa itu mampu mencapai nilai tertinggi dalam Sijil Tinggi Agama Malaysia (STAM) 2015 (semacam ujian nasional).

Ahmad Lutfi Subahan, 19, percaya dengan mengajari teman-teman secara otomatis menjadi cara untuk mengulang mata pelajaran.

" Sebenarnya saya sendiri tidak sempat belajar dan merasa tertekan karena sibuk dengan tugas sebagai Exco Disiplin untuk Majlis Perwakilan Pelajar (MPP).

" Saya berdoa supaya dimudahkan dan tidur selama 15 menit setelah waktu Asar. Sehingga saya bisa mengajar teman dengan pikiran tenang," katanya kepada wartawan setelah acara pengumuman STAM 2015 Maahad Johor oleh guru besar Suliman Dumang.

Sebanyak 26 pelajar Maahad Johor memperoleh nilai memuaskan pada STAM 2015, dengan tiga diantaranya memperoleh mumtaz sofi (sangat cemerlang).

Lutfi yang mengamalkan puasa sunah ini sangat bersyukur menjadi salah seorang dari tiga siswa yang memperoleh mumtaz sofi di sekolah itu.

Anak bungsu dari lima bersaudara itu ditemani ayah, Subahan Masud, 56, dan ibu, Zaiton Mohamed, 56. Dia menyatakan keinginan melanjutkan pendidikan di Universitas Al-Azhar, Mesir, untuk mencapai cita-citanya sebagai pendidik.

Sementara itu, Wan Amirul Hakim Wan Zainuddin, 19, yang turut mencapai mumtaz sofi, mengatakan penguasaan bahasa Arab dan fokus penuh dalam kelas merupakan kunci keberhasilannya.

" Menguasai Bahasa Arab adalah merupakan sesuatu yang penting untuk belajar agama. Dengan ini barulah kami dapat memahami pelajaran yang diajarkan dan dapat beramal dengan ikhlas," katanya.

Wan Amirul Hakim, yang juga bercita-cita kuliah di Universitas Al-Azhar, mengatakan ia tidak memiliki jadwal khusus untuk belajar dan tidak belajar secara berkelompok.

" Saya mengacu kepada guru atau teman jika tidak memahami sesuatu mata pelajaran," kata anak sulung dari tiga bersaudara itu yang berasal dari Pekan, Pahang.

(Ism, Sumber: mynewshub.cc)

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More