Bintang F1 Malaysia: Rio Haryanto Jangan Berharap Banyak

Reporter : Sandy Mahaputra
Minggu, 20 Maret 2016 07:06
Bintang F1 Malaysia: Rio Haryanto Jangan Berharap Banyak
"Orang-orang akan melihat hasil, tetapi hasilnya tidak akan terlalu mudah didapat."

Dream - Meski Rio Haryanto berhasil menjadi pembalap Asia Tenggara pertama yang bertarung di ajang Formula One (F1) dalam 14 tahun terakhir, namun dia tidak boleh terlalu fokus mengumpulkan poin di tahun debutnya.

Hal itu diungkapkan oleh Alex Yoong, satu-satunya dan yang terakhir - setelah Pangeran Bira dari Thailand - pembalap Asia Tenggara yang mengaspal di sirkuit balap jet darat awal tahun 2002.

Menurut Alex hasil seharusnya bukan menjadi tujuan utama pembalap F1 pertama dari Indonesia itu.

Sebaliknya, musim debut ini harus dijadikan sebagai ajang mencari pengalaman di panggung olahraga motor termegah 'bersama dengan pembalap terbaik dunia lainnya'.

" Ini akan menjadi tempat belajar yang sulit untuk dia. Tapi apapun yang terjadi, ia harus fokus pada kinerja dan mencoba untuk beradaptasi dengan rekan satu timnya (Pascal Wehrlein)," kata pria Malaysia itu yang kini menjadi presenter Fox Sports Asia.

" Orang-orang akan melihat hasil, tetapi hasilnya tidak akan terlalu mudah didapat. Manor Racing adalah tim yang sebagian besar dimulai dari belakang grid, mereka mungkin memiliki mobil paling lambat. Jadi jangan terlalu berharap."

Meskipun Rio memiliki track record dan pengalaman mengagumkan di kelas balap yang lebih rendah seperti GP2 dan GP3, F1 ini tidak diragukan lagi merupakan lompatan besar bagi masa depannya.

" Ini adalah besar langkah untuk dia. Tapi ada perbedaan sangat besar yang harus dia hadapi saat transisi ke F1," kata pria 39 tahun itu.

" Sebelumnya, dia akan berinteraksi dengan hanya beberapa mekanik. Namun sekarang dia harus bekerja dengan sekitar 30 mekanik sekaligus. Ada lebih banyak faktor di luar sirkuit yang akan dihadapinya, dan itu adalah sebuah perjalanan yang sulit dan rumit."

" Mudah-mudahan dia akan terus berkibar," kata Alex.

Sementara itu, Rio merasa sangat senang dengan situasinya saat ini dan tak terpengaruh kabar miring soal transisinya ke F1.

" Saya sudah ikut di sebagian besar sirkuit F1 sebelumnya, tapi yang pasti, tahun ini akan menjadi pengalaman yang sangat berbeda. Di F1, saya harus bekerja dengan tim yang lebih besar dan itu sangat penting untuk membangun mobil yang bisa bertahan sepanjang musim," jelasnya.

Rio menambahkan dalam hal mengemudi, dia harus belajar lebih banyak tentang strategi sekarang. Mulai dari pemulihan energi hingga menghemat bahan bakar.

(Sumber: Straitstimes.com)

1 dari 2 halaman

Komentar Rio Haryanto Bikin Haters Mikir

Dream - Pebalap pendatang baru di tim Manor Racing, Rio Haryanto, mengungkapkan targetnya di ajang balap mobil Formula One (F1) 2016. Pria kelahiran Solo ini menargetkan berada di papan tengah pada musim debutnya di F1 2016.

Meski debut uji coba di sirkuit Catalunya, Barcelona pada pekan kemarin tidak berjalan mulus, Rio menyatakan tetap mantap mewujudkan mimpi di ajang balap jet darat tersebut.

" Sejak saya masih kecil, F1 adalah tujuan utama saya. Dan sekarang saya di sini, jadi itu adalah mimpi yang menjadi kenyataan," kata Rio kepada FormulaSpy dikutip Dream, Rabu 2 Maret 2016.

Seperti diketahui, tim Manor hanya mampu berada di papan bawah dalam beberapa musim terakhir.

Namun setelah beralih dari Ferrari ke Mercedes, Manor dan Rio optimistis bisa mengubah posisi ke tim papan tengah. Terutama karena mobil MRT05 dari Mercedes diklaim lebih baik dari mobil MR03B milik Ferrari.

" Saya lebih siap menjalani uji coba di Spanyol daripada ketika di Abu Dhabi. Secara umum di mobil MRT05 jauh lebih baik dari MR03B," ungkap Rio.

" Target tahun ini adalah menjadi penghuni papan tengah, dan saya yakin kami akan akan semakin membaik di setiap harinya. Masih banyak hal yang bisa kami tunjukkan."

Berbicara kepada media, termasuk FormulaSpy, usai menjalani debut uji coba, Rio mengaku merasakan bangga bisa menjadi satu-satunya pebalap Indonesia dan Asia di ajang balap F1.

Meski merasa tertekan dengan harapan tinggi dari negara asalnya, Rio tidak akan berada di ajang balap F1 jika tanpa dukungan dari Indonesia.

" Tanpa dukungan dari Indonesia, saya tidak akan berada di sini. Saya ingin melakukan yang terbaik, jadi saya harus fokus pada pekerjaan saya dan tidak berpikir terlalu banyak tentang tekanan dari sana. Sebagai satu-satunya pembalap Asia, sangat bagus bisa untuk mewakili Indonesia dan juga Asia."

Rio akan kembali menjalani uji coba di sirkuit Catalunya pada 1-4 Maret ini. Dia baru akan menjalani debut balap jet darat sesungguhnya di sirkuit Melbourne, Australia pada 20 Maret mendatang. (Ism) 

2 dari 2 halaman

Rio Haryanto Kalahkan Felipe Massa di Sesi Latihan

Dream - Pebalap Formula 1 asal Indonesia dari tim Manor Racing, Rio Haryanto, mengalahkan catatan waktu yang ditorehkan Felipe Massa pada sesi latihan hari Kamis, 25 Februari 2016, di Sirkuit Catalunya, Spanyol. Rio berhasil menyelesaikan 31 putaran dengan catatan waktu terbaik 1 menit 29,878 detik.

Dalam sesi tes hari keempat itu Rio berhasil menempati posisi ke-9. Rio berhasil menyisihkan dua pembalap senior Felipe Massa dan Fernando Alonso.

Massa yang mengendarai mobil dari tim Williams sepanjang 28 laps, hanya memeroleh waktu terbaik 1 menit 38,216 detik. Sedangkan Alonso, dalam tes hari ini hanya mampu menempuh tiga kali putaran.

Posisi pertama waktu terbaik ditempati Kimi Raikkonen dari tim Ferrari. Raikkonen berhasil menorehkan 1 menit 24 detik dan menyelesaikan 47 putaran.

Pebalap Kevin Magnussen dari tim Renault berada di belakang Raikkonen dengan catatan waktu terbaik 1 menit 25,263 detik. Adapun di posisi ketiga catatan waktu terbaik diperoleh Max Verstappen dari tim Toro Rosso dengan catatan waktu 1 menit 25,393 detik.

 

Beri Komentar