Tahajud Rio Haryanto Berbuah Formula 1

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 19 Februari 2016 14:02
Tahajud Rio Haryanto Berbuah Formula 1
"Jadi, kan dia hanya meminta kepada Tuhan jawaban yang terbaik melalui salat Tahajud," ujar Indah.

Dream - Rio Haryanto akhirnya didaulat menjadi pembalap tim Manor Racing untuk ajang Formula One musim 2016. Rio menjadi orang Indonesia pertama dalam ajang pacu jet darat itu.

Namun tak mudah bagi pemuda asal Surakarta untuk menembus ajang F1 itu. Kendala dana sempat menipiskan asa. Peluang Rio sempat menipis setelah tim Manor mengisi satu kursinya dengan pembalap asal Jerman, Pascal Wehrlein.

“ Kemarin-kemarin itu, dia lagi deg-degan karena terus menunggu kepastian sponsor,” tutur ibunda Rio, Indah Pennywati, saat berbincang dengan Dream.

Ya, Rio terus berharap. Berbagai usaha dia lakukan. Termasuk menggalang dukungan dari sejumlah tokoh masyarakat.

“ Kemenpora juga ada kendala untuk pembayarannya. Padahal, tim F1 segera mengumumkan pembalap,” tambah Indah.

Dan satu hal yang tak dilupakan Rio, kata Indah, adalah doa. Di tengah himpitan itu, Rio selalu melambungkan doa di tengah malam.

“ Jadi kan dia hanya meminta kepada Tuhan jawaban yang terbaik melalui salat Tahajud,” ujar Indah.

Dan doa itu terkabul. Melalui Direktur Balap, Dave Ryan, tim Manor Racing mendaulat Rio sebagai pembalapnya di ajang F1 tahun ini. Rio diproyeksikan tampil penuh satu musim.

“ Saya sangat terharu dan lega karena perjalanan sangat panjang,” tutur Rio usai dipastikan menjadi pembalap tim Manor.

Baca berita lain di halaman berikutnya...

1 dari 5 halaman

Kisah Nyata Pemandi Jenazah Banci di Priok

Dream - Kisah nyata ini terjadi di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Rahmat namanya. Salah satu pengurus Lembaga Amil Zakat (LAZ) Tabung Amanah Umat (Tamu) yang berkantor di kawasan Bekasi.

Lembaga yang dia kelola itu membuka jasa pemulasaraan jenazah muslim, gratis. Sebagai seorang pengurus LAZ yang juga menjadi petugas perawatan jenazah, Rahmat banyak memiliki pengalaman.  

Satu pengalaman yang membuat dia merasa begitu prihatin adalah tatkala memandikan jenazah seorang banci.

Kisah ini terjadi sekitar lima tahun lalu. Waktu itu, Rahmat mendapat telepon dari seseorang yang meminta bantuan memandikan jenazah di kawasan Priok. Orang itu mengaku mendapat nomor telepon Rahmat usai mendengar iklan di radio.

" Waktu itu ada tetangganya yang menelepon dan meminta bantuan," ujar Rahmat saat berbincang dengan Dream, Kamis, 18 Februari 2016.

Mendapat kabar itu, Rahmat segera meluncur ke lokasi. Dia sama sekali tidak menaruh curiga tentang siapa sebenarnya sosok jenazah yang akan diurus.

" Awalnya saya tidak diberitahu. Jadi ke sana dengan asumsi membantu orang yang tidak mampu. Barangkali tidak bisa membayar jasa pemandian," kata dia.

Sesampai di lokasi, Rahmat tetap tidak merasa curiga. Dia hanya mendapat informasi para pengurus masjid dan musala di sekitar lokasi, tidak ada yang mau mengurus jenazah.

Mungkin saja, lantaran warga setempat sudah tahu kebiasaan orang itu semasa hidup.

" Saya kaget, kok yang datang kayak orang-orang salon semua," kata dia.

Tapi, Rahmat berusaha berbaik sangka jenazah adalah sosok pria normal. Dia yang kala itu dibantu oleh seorang sopir, kemudian masuk ke rumah duka dan akan menangani jenazah.

" Pas itu saya dikasih tahu kalau jenazah itu adalah banci," kata dia. Rahmat sempat mengalami kebingungan....

 

(Ism) 

2 dari 5 halaman

Pelayat Jenazah Banci di Priok Berebut Tali Pocong

Dream - Kisah nyata memprihatinkan muncul saat pemakaman jenazah seorang banci. Kisah ini diutarakan oleh Ketua Harian Lembaga Amil Zakat Tabung Amanah Umat (LAZ TAmU) Rahmat.

Secara tidak sengaja, Rahmat diminta untuk memulasarakan seorang jenazah di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dia tidak menyangka ternyata jenazah itu seorang banci.

Karena seorang banci, tidak ada satupun orang yang mau mengurus jenazah tersebut. Bahkan untuk memakamkan, sehingga Rahmat terpaksa menguburkan sendiri jenazah tersebut dibantu oleh sopirnya.

" Semua pengantar juga para banci. Mereka bahkan bercanda dengan sangat tidak sopan," kata Rahmat kepada Dream, Kamis, 18 Februari 2016.

Peristiwa itu terjadi cukup lama. Rahmat mengingat kejadian itu berlangsung sekitar lima tahun yang lalu.

" Jadi, seperti tidak mengenal tata krama. Mereka becanda layaknya orang banci, colek-colek," kata dia.

Rahmat semakin prihatin tatkala dia tengah memasukkan jenazah ke liang lahat. Para pelayat yang kebanyakan banci itu segera berkerumun di dekat jenazah.

" Mereka sampai berebut tali pocong," kata Rahmat.

Entah apa maksud dari para pelayat. Yang jelas, pengalaman itu menjadi pelajaran berharga bagi Rahmat tentang bagaimana akibat yang harus diterima manusia yang melenceng dari kodrat.

(Ism) 

[crosslink_1]

3 dari 5 halaman

Hari Pertama Rio Haryanto Sebagai Pembalap F1

Dream - Pembalap Formula 1 asal Rio Haryanto tak bisa berlama-lama di Indonesia. Usai ditetapkan sebagai pebalap inti tim Manor Racing, Rio harus segera bergegas bersiap ke Barcelona, Spanyol untuk menjalani tes kecepatan mobil barunya.

Inilah momen pertama kali yang telah lama dinantikan Rio Haryanto sebagai pembalap Formula 1. Rio akan mulai berlatih mengendarai dan beradaptasi dengan mesin jet darat tersebut.

" Jumat besok saya segera berangkat ke Barcelona," kata Rio di Gedung Pertamina, Jakarta, Kamis, 18 Februari 2016.

Saat di Barcelona nanti, Rio akan menjalani serangkaian tes di Sirkuit Catalunya. Dia perlu mencoba kecepatan dan beradaptasi dengan mobil bermesin Mercedes Benz yang akan digunakan.

Rio setidaknya akan menjalani dua kali latihan sebelum akhirnya resmi berlaga di seri pertama F1 di Melbourne, Australia.

" Sebelum balapan pertama tanggal 20 Maret di Melbourne ada dua kali tes untuk beradaptasi dengan mobil baru. Sesi pertama akan berlangsung pada 22-25 Februari dan sesi keduanya pada 1-4 Maret," ujar Rio.

Rio sendiri akan mempercepat proses adaptasi di mobil barunya. Sebab, pebalap tim Manor Racing, Pascal Werhlein telah memulai latihan dan tes sejak bulan September tahun lalu.

Meski persiapan yang dilakukan terbilang minim, Rio berharap dapat menorehkan prestasi maksimal di kejuaran F1 musim 2016/2017.

" Ya, benar, Pascal tes duluan. Jadi, dia punya knowledge yang cukup lama. Tapi, saya berharap cukup punya keuntungan dari mobil GP2 dahulu," ucap dia.

[crosslink_1]

4 dari 5 halaman

Pembalap Rio Haryanto Ternyata Punya Pondok Pesantren

Dream - Jiwa sosial Pembalap Rio Haryanto terbilang tinggi. Terbukti pria kelahiran Surakarta, 22 Januari 1993 ini memiliki sebuah Pondok Pesantren (Ponpes) dan panti asuhan yang terletak di Solo, Jawa Tengah.

" Sejak 2003, kakekku punya lahan di Solo. Awalnya membangun masjid, kemudian ada ide untuk mendirikan pondok pesantren dan panti asuhan," tutur Rio saat menjadi bintang tamu di salah satu stasiun televisi swasta, Jumat 12 Febuari 2016.

Dalam pondok pesantren itu, Rio mengatakan banyak kegiatan yang dapat bermanfaat untuk anak-anak yang tinggal di sana.

" Di sana ada fasilitas yang bisa dimanfaatkan anak-anak mulai dari Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar. Kami berusaha membantu agar potensi mereka bisa terasah. Ada kegiatan qasidah juga untuk remajanya, latihan setiap hari," ungkap Rio.

Putra pasangan Indah Pennywati dan Sinyo Haryanto ini berharap generasi muda berani untuk bercita-cita.

" Keinginan itu bisa menjadi dasar untuk berusaha agar bisa terwujud. Kuncinya disiplin, pantang menyerah dan selalu ingat sang Pencipta dan keluarga," harapnya.

[crosslink_1]

5 dari 5 halaman

Ayat Kursi di Kokpit Mobil Pembalap Rio Haryanto

Dream - Rio Haryanto satu-satunya duta Indonesia dalam arena balap motor Grand Prix 3 atau GP3 masa kini ketika namanya muncul dalam kelompok lima pembalap terbaik dunia. Padahal, Rio diprediksi hanya mampu menempati posisi ke-15.

Dalam kancah GP3 yang diikutinya saat ini, Rio tampil cukup hebat dibandingkan kehadirannya pada awal musim. Bahkan namanya sudah mulai dikenal banyak sejak berusia 17 tahun ketika muncul menjuarai sirkuit Turki.

Hasilnya bendera Indonesia telah berkibar megah sejajar dengan negara-negara lain pada setiap sirkuit GP3.

Bagi Rio, dia bukan sekadar berlomba demi karir. Pemuda kelahiran Solo pada 22 Januari 1993 itu memasang gambar bendera Sang Saka Merah Putih di bumper motor Cosworth tunggangannya.

Beraksi untuk tim Inggris, Manor Racing, Rio tidak hanya menerima dukungan penuh keluarga terutama ayah, Sinyo Haryanto dan ibu, Indah Pennywati serta kakaknya, Ryan yang sering menemani ia di setiap sirkuit.

Jangan terkejut, ada satu lagi yang membuat diri Rio terus bersemangat berlomba menghadapi banyak persaingan sengit dari pembalap andalan lainnya.

Rahasianya adalah di setiap sirkuit, Rio selalu memulai balapan dengan berdoa. Dan yang paling menarik, ia selalu membawa catatan Ayat Kursi yang disisipkan di dalam kokpit tunggangannya.

" Ini membuat diri saya lebih merasa tenang saat tampil di sirkuit," ungkapnya singkat ketika diwawancarai pada sesi balapan GP3 di Hongaria baru-baru ini.

Demi karir yang penuh maut itu, Rio menjadikan Ayat Kursi bukan sekadar pelindung diri dari bencana, bahkan sebagai sumber untuk memberikan kekuatan spiritual yang amat jarang dilakukan hampir semua pembalap profesional dunia.

Tanpa disadari itulah hikmah ayat 255 surah Al-Baqarah sering diabaikan umat Islam.

Beri Komentar
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian