Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Islam mengenal adanya hubungan kemahraman. Hubungan bisa disebabkan nasab (keturunan), pernikahan, dan persusuan.
Terkait persusuan, seorang bayi yang menyusu pada wanita lain yang bukan ibu kandungnya, maka dia menjadi mahram dari wanita itu dan anak-anaknya. Artinya, dia tidak bisa menikah dengan wanita itu maupun anak-anaknya.
Sementara, dewasa ini berkembang konsep donor ASI. Seorang ibu yang kelebihan ASI bisa menyetorkan ke bank ASI untuk disalurkan ke bayi yang membutuhkan.
Ada potensi identitas pemilik ASI tidak diketahui. Lantas, bagaimana status kemahramanan antara bayi dengan wanita yang memberinya ASI?
Dikutip dari NU Online, donor ASI bisa menyebabkan status keharaman menikah atau mahram. Ini karena ASI yang dikonsumsi bayi dari bank ASI setara dengan air susu dari ibunya sendiri.
Hal ini seperti penjelasan Muhammad Syatha Ad Dimyathi dalam kitab I'anatut Thalibin.
"Kata syarah 'Sampainya...' sama saja sampainya susu itu (ke rongga anak) dengan jalan mengisap puting atau dengan jalan lainnya sebagaimana apabila diperah dari susu itu lalu dituang ke mulut bayi tersebut. Kata syarah 'susu' bermakna susu sekalipun sudah diangkat rumnya, dan seperti juga rum, susu beku, keju, dan kulit susu. Semua yang tersebut itu masih dalam hukum susu."
Para ulama di Indonesia membahas hal ini dalam Muktamar NU ke-25 tahun 1971. Kesimpulan yang diambil, ASI yang dikonsumsi bayi dari bank ASI bisa menimbulkan mahram radha'.
Syaratnya, pemberi ASI masih hidup. Kemudian bayi yang mendapat ASI tersebut belum berusia 2 tahun.
Kemudian, ASI diambil sekurang-kurangnya lima kali dari berasal dari wanita tertentu. Kemudian, seluruh syarat harus benar-benar nyata.
Untuk menghindari masalah akibat ketidaktahuan siapa pihak pendonor ASI, maka bank ASI harus dikelola dengan manajemen administrasi yang baik. Setiap ASI yang disumbangkan harus dicatat dan didata sehingga identitas penyumbang bisa diketahui.
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Kenapa Ada Orang Suka Sayur Pahit, tetapi Ada yang Tak Tahan Bau Ketumbar? Ini Penjelasan Sains

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti