(Emirates 24/7)
Dream - Seorang pembantu rumah tangga non-Muslim asal Filipina memutuskan menjadi mualaf setelah merasakan kesabaran dan kebesaran hati majikannya.
Katrina, nama pembantu rumah tangga yang bekerja di Arab Saudi itu, memeluk Islam setelah majikannya tidak menuntutnya meskipun dia telah melakukan kejahatan.
Harian berbahasa Arab Alwatan melaporkan, Katrina ditangkap atas kasus pencurian dan pencemaran nama baik majikannya, Turki Al Jaish, setelah kembali ke Arab Saudi.
Mendengar pembantunya ditangkap, Jaish pergi ke kantor polisi di kota Unaizah, Provinsi Al Qassim. Alih-alih mengajukan tuntutan terhadap Katrina, Jaish justru memaafkan pembantunya itu.
Padahal, kepada polisi Saudi, Katrina mengakui bahwa dia memfitnah majikannya di surat kabar negara asalnya dan pernah mencuri perhiasan dari rumahnya.
" Setelah saya menutup kasus ini, saya membawanya ke rumah. Dia memutuskan untuk masuk Islam dan saya yang menuntunnya membaca syahadat. Dia sekarang berpuasa dan berbuka puasa bersama keluarga saya," kata Jaish.
Surat kabar itu mengatakan nama pembantu itu diubah dari Katrina menjadi Jouri ketika masuk Islam.
" Saya memutuskan untuk menjadi seorang Muslim setelah majikan saya mengampuni saya dan memperlakukan saya dengan sangat baik meskipun saya melakukan kejahatan terhadapnya," kata Jouri.
(Sumber: Emirates 24/7)
Advertisement

Cara Mendidik Anak agar Menjadi Pekerja Keras dan Tidak Mudah Menyerah

Benarkah Setiap Kopi Hitam Memiliki Kandungan Kafein Berbeda-beda? Ini Alasannya

Suku Vandal dari Eropa dan Asal-Usul Kata “Vandalisme” untuk Mengartikan Kekerasan

Lebih Baik Menggunakan Pakaian Longgar atau Ketat Saat Berolahraga?

Cara Menghindari Kelelahan Mengambil Keputusan yang Kita Lakukan

Fakta di Balik Kemampuan Orang Bajo Melihat Lebih Jelas saat Berada di Bawah Air

Persahabatan yang Kuat Bisa Memperkuat Kesehatan Mental dan Fisik Milik Seseorang